UNDER CONSTRUCTION - WEBSITE DALAM PERBAIKAN - TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA

Forex adalah Bisnis yang mengandung RESIKO SANGAT TINGGI, tidak seorangpun yang mampu mengendalikan pergerakan Forex ini "...harga bergerak secara acak tidak akan menjamin seseorang bisa profit secara terus menerus karena Forex adalah PERMAINAN PSIKOLOGI" kata Bill William yang terkenal dengan Chaos Teory-nya.

TRADING ADALAH BISNIS PALING JUJUR, Bisnis mandiri terlepas dari kekurangan dan kelebihannya

Trading Forex di Indonesia masih menjadi bisnis negatif bagi sebagian kalangan masyarakat kita, cap negatif itu masih menghantui dan memberikan sinyal untuk segera meningalkan bisnis ini. Ada Apa Dengan Trading ?

STRATEGY TRADING : INDICATORS VS NAKED TRADING

Dalam melakukan transaksi Forex apa yang sebaiknya kita pakai sebagai acuan dalam trading ? Amati Candlestick anda satu persatu, karena setiap perpindahan candlestick adalah signal buat kita.

Surat Keputusan (SK) No.75/BAPPEBTI/Per/12/2009 tentang Pialang Asing (PMA) di Indonesia.

PT Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI) SEGERA bekerja sama dengan Pialang Berjangka Luar Negeri untuk dapat langsung bertransaksi di Bursa Komoditas kedua di Indonesia ini. Pialang Luar Negeri dapat langsung bertransaksi di Bursa Tanah Air TANPA HARUS memiliki Kantor Perwakilan di Indonesia.

TIPS TRADING : NASEHAT DARI MASTER FOREX DUNIA

“Trading itu tidak sulit. Apa yang sulit adalah disiplin dan komitmen yang diperlukan dalam aktivitas trading" - Michael Miligan. “Tidak ada alasan untuk tawar-menawar lebih delapan poin. Segera saja lakukan pembelian. Begitu juga ketika turun, jika anda berpikir harga akan turun, segera saja lakukan penjualan.” - David Ryan

Ratings and Recommendations by Outbrain

Showing posts with label Citizen Journalism. Show all posts
Showing posts with label Citizen Journalism. Show all posts

Monday, 15 August 2011

Kompetisi MF : Ekstrim Foto

Voting : Alex Setiawan
MasterForex tiada hentinya terus memanjakan para klien, setelah beberapa bulan lalu membagikan sebuah mobil Audi R8 kepada salah satu klien yang beruntung mendapatkan hadiah undian dengan hanya memiliki modal $500. Kali ini sebagai sponsor utama kegiatan Internasional Motofreestyle FMX "PILOTOMOTO – Air acrobatics. MasterForex juga memberikan challenge "Ekstrim Foto" dimana Anda bisa kirim foto Anda sedang naik sepeda olahraga, sepeda motor, skuter, skateboard beroda dua – apa saja terserah Anda !


Hadiah utama kontes 'Foto Ekstrim' ini adalah motor keren modern yang dilengkapi dengan fitur ideal untuk kehidupan kota besar dan dinamis!  Untuk menjadi pemenang kontes dan mendapatkan motor keren foto Anda perlu memperoleh jumlah suara terbanyak.

10 peserta akan dihadiahkan helm bergaya dan 10 lainnya - akan menerima hadiah souvenir kenang-kenangan!
Pemenang akan ditentukan dalam berbagai kategori:
  • Foto yang paling ekstrim
  • Foto paling indah
  • Foto buatan yang kelihatan paling riil dan nyata
Kontes ini diadakan hanya untuk pemilik account di MasterForex dari Rusia, Cina, Indonesia dan Malaysia.

Jika anda tertarik untuk mengikutinya masih ada waktu karena Kompetisi Foto Ekstrim ini dibuka dari tanggal 05 Agustus sampai tanggal 19 Agustus 2011. Belum punya account MasterForex daftarkan diri anda segera dan ikuti kompetisinya. Jika Anda berkenan, saya sangat berterima kasih dengan bantuan anda memberikan saya dukungan dengan voting dukungan "memberi suara" Foto Ekstrim yang saya ikut sertakan berikut ini :  klik Memberikan Suara sesuai dengan gambar diatas :)
 

Wednesday, 25 May 2011

Sanksi Bappebti Sejak 2005

Jakarta - Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) telah memberikan sanksi kepada 115 pialang berjangka, selama periode 2005 hingga saat ini.

Kepala Bappebti Syahrul R Syampurnajaya mengungkapkan, apabila memang ditemukan adanya penipuan oleh suatu perusahaan pialang berjangka, maka pihaknya akan langsung membekukan perusahaan tersebut. "Kalau dia pialang kita bekukan," ujarnya saat di Gedung DPR RI, Rabu (25/5).

Namun, lanjutnya, sebelum dibekukan ada tahapan-tahapan sanksi yang diberikan seperti peringatan tertulis, denda administratif berupa kewajiban membayar sejumlah uang tertentu, pembatasan kegiatan usaha, pembekuan kegiatan usaha, pencabutan izin usaha, pencabutan izin, pembatalan persetujuan, hingga pembatalan sertifikat pendaftaran.

"Sebelum bekukan semua rekaman account-nya kita tutup, nanti diberikan satgas, tim dalam menghadapi konsumen yang dirugikan atau ganti dengan dana jaminan," ungkapnya.

Berdasar data Bappebti, sejak 2005 hingga tahun ini, sebanyak 115 pialang berjangka telah dikenai sanksi dari Bappebti. Pada tahun 2005 terdapat 9 pialang, 2006 sebanyak 6 pialang, tahun 2007 sebanyak 15 pialang, tahun 2008 dan 2009 masing-masing sebanyak 11 pialang, sedangkan pada tahun 2010 terdapat 59 pialang kena sanksi.

Pada triwulan I tahun ini baru sebanyak 4 pialang dikenai sanksi dengan 2 pialang dibekukan kegiatan usahanya, 1 pialang dikenakan sanksi pembekuan pencairan, dan 1 pialang dikenakan sanksi pembatalan persetujuan. [hid]

by : Mosi Retnani Fajarwati - www.inilah.com

Sunday, 15 May 2011

Jurus Jitu Agar Tak Tertipu Pengembang Nakal

Jakarta - Kasus perselisihan antara konsumen dengan pengembang properti karena tertipu oleh pengembang nakal masih terus terjadi. Sering kali konsumen tak jeli dalam memperhatikan masalah kaidah hukum transaksi properti.

Pakar hukum properti Erwin Kallo mengatakan konsep Preproject Selling atau penjualan sebelum proyek pembangunan properti dimulai, telah menjadi model beberapa tahun terakhir ini. Menurutnya pihak pengembang maupun konsumen sering melupakan konsekuensi-konsekuensi yuridis di dalam pelaksanaannya.

Kepada detikFinance, Kamis (12/5/2011) Erwin menuturkan beberapa poin untuk mencegah permasalahan atau tuntutan hukum di kemudian hari.

Saat Pemasaran dan Penjualan

Jangan melaksanakan pemasaran atau penjualan sebelum izin mendirikan bangunan (IMB) dimiliki, terlebih lagi jika tanah belum dibebaskan karena tindakan tersebut dapat dikategorikan tindak pidana 'penipuan' karena dianggap memasarkan atau menjual sesuatu yang belum menjadi haknya.

Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB)

Transaksi pemesanan biasanya dilakukan pada saat launching atau pameran perumahan. Konsumen biasanya membayar booking fee dimana pada saat ini konsumen hanya diberi penjelasan lisan oleh marketing pengembang tanpa memberikan draft Perjanjian Pengikatan Jual-Beli (PPJB).

Seharusnya pada saat itu pengembang sepatutnya memberikan draft PPJB nya karena dipihak konsumen telah timbul konsekuensi hukum, yaitu jika dalam waktu tertentu (biasanya 14 hari) ia tidak membayar uang muka (sebesar 20-30 % dari harga jual) maka booking fee-nya hangus atau tidak menyetujui isi PPJB, booking fee bahkan uang muka tidak dapat dikembalikan.

Kenyataan bahwa sebagian konsumen properti tidak puas terhadap cara dan isi PPJB selama ini, karena dianggap tidak adil. Hal ini dapat dilihat sebagai suatu peluang atau setidaknya dijadikan 'selling point' dengan cara membuat PPJB yang 'negotiable' secara terbatas, maksudnya tetap ada klausul-klausul yang baku guna melindungi kepentingan pengembang.

Erwin menuturkan beberapa rujukan hukum dalam membuat PPJB, perlu diperhatikan beberapa hal, dalam menyusun draft PPJB (Legal Drafting) yang standar mengatur hal-hal sebagai berikut:
  1. Komparasi Perjanjian, yaitu para pihak yang akan menandatangani PPJB. Apakah badan hukum PT pengembang itu telah mendapat pengesahan dari Menteri Kehakiman? Hal ini penting sehubungan dengan pertanggungjawabannya bila PT itu bubar atau pailit. Lalu, apakah Direktur yang menandatangani telah mendapat persetujuan dari Komisaris Perseroan, atau bila diwakilkan oleh orang lain selain Direksi, harus mendapat kuasa dari Direksi tersebut.
  2. Premis, yaitu penjelasan awal mengenai perjanjian harus ditegaskan bahwa pengembang telah memiliki atau menguasai lahan tersebut secara sah tidak dalam keadaan dijaminkan. Lalu pengembang telah mendapatkan izin-izin yang diperlukan oleh proyek tersebut sesuai dengan SK Menpera tentang PPJB rumah.
  3. Isi PPJB yaitu:
  • Harga jual dan biaya-biaya lain yang ditanggung konsumen.
  • Tanggal serah terima fisik yang tidak boleh melebihi 18 bulan sejak pembayaran pertama.
  • Denda keterlambatan bila pengembang terlambat melakukan serah terima fisik kepada konsumen.
  • Spesifikasi banguanan dan lokasi.
  • Hak pengembang untuk membatalkan perjanjian, bila pengembang lalai akan kewajibanya dengan pembayaran kembali seluruh uang yang telah disetor konsumen berikut denda-dendanya sebagaimana pengembang membatalkan perjanjian bila konsumen lalai melaksanakan kewajibannya.
  • Penandatanganan akta jual beli haruslah ada kepastian tanggalnya dan denda bila terjadi keterlambatan serah terima fisik yang didenda.
  • Masa pemeliharaan 100 (seratus) hari sejak tanggal serah terima.
Saat Serah Terima Fisik

Tidak semuanya konsumen ingin secepatnya dilaksanakan serah terima, ada pula yang ingin menunda-nunda serah terima karena pada saat serah terima maka seluruh hak dan kewajiaban beralih kepadanya termasuk service charge dan pajak-pajak. Hal ini sering ditemui pada konsumen apartemen. Untuk mengantisipasi dapat diatur dalam PPJB klausula serah terima bahwa:

Bilamana konsumen tidak atau belum juga menandatangani Berita Acara Serah Terima setelah diberitahu secara tertulis 3 (tiga) kali berturut-turut, maka Berita Acara tersebut dapat dianggap telah ditandatangani atau memberi kuasa kepada pengembang untuk menandatanganinya hak dan kewajiban atau penguasaan unit properti telah beralih kepadanya.

Adapun draft Berita Acara Serah Terima Fisik harus memuat hal-hal yang merupakan pengalihan fisik dan tanggung jawab dengan bahasa yang jelas dan tegas untuk menghindari penafsiran ganda.

Saat Melakukan Akta Jual Beli

Setelah serah terima fisik dan pengembang menerima uang penjualan secara penuh, selanjutnya dilaksanakan penandatanganan Akta Jual Beli di hadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) dan lazimnya pengaturan itu diserahkan kepada PPAT/notaris sekaligus pengurusan balik nama sertifikat karena telah diatur sebelumnya dalam PPJB.
(hen/dnl)
 
by : detikFinance 

Saturday, 14 May 2011

Isu 'Pesawat Kayu China', Penjualan Tiket Merpati Anjlok 50%

Jakarta - PT Merpati Nusantara Airlines saat ini sedang menjadi sorotan akibat kontroversi pembelian pesawat M-60 buatan China. Selain itu, Merpati juga ditimpa isu pesawat China tersebut sebagian terbuat dari kayu.

Komisaris Utama Merpati Said Didu cukup geram dengan meluasnya isu tersebut. Akibat isu pesawat kayu ini, penjualan tiket Merpati di daerah anjlok 50%.

"Gara-gara diberitakan dari kayu itu penjualan tiket Merpati anjlok sampai 50%. Kerugian besar! Bahkan hingga ada refund segala banyak sekali yang membatalkan," tegas Said ketika ditemui di sebuah rumah makan di kawasan Jakarta Pusat, Jumat (13/5/2011).

Said mengatakan, tidak masuk akal jika ada pesawat komersil jaman sekarang yang bahannya dibuat dari kayu. "Itu bukan kayu. Itu asli komposit. Bisa dibuktikan. Silakan," kata Said.

Dijelaskan Said, pesawat M-60 keluaran pabrikan Xi'an Aircraft Industry China ini menggunakan teknologi material yang cukup maju, yakni composite menyerupai kayu.

"Jadi bukan kayu. Campuran materialnya itu sertified," tukas Said.

Pembelian pesawat China oleh Merpati ini menimbulkan kontroversi setelah adanya kecelakaan di Kaiman, Papua, Sabtu pekan lalu.

Seperti diketahui, Merpati memiliki 15 pesawat tipe M-60 buatan Xi'an Aircraft Industry China bernilai US$ 161 juta. Merpati mendapatkan pesawat ini dari Kementerian Keuangan hasil pinjaman dari Bank Of China.

Pesawat berkapasitas 56 penumpang ini dihargai sekitar US$ 11 juta per unit. Saat ini ada 189 pesawat jenis M-60 produksi Xi'an Aircraft Industry yang digunakan di dunia. Ada 10 negara di dunia yang menggunakan pesawat buatan China ini.


dnl/qom/www.detikfinance.com

Mau Berinvestasi ? Tentukan Tujuannya

JAKARTA  — Perencana Keuangan, Ligwina Poerwo-Hananto, menyebutkan, jika masyarakat mau berinvestasi, tentukan dulu tujuan finansialnya.

"Yang saya pertama kali lakukan menentukan tujuan finansialnya ke mana, baru pilih investasinya yang mana," tutur Ligwina kepada Kompas.com seusai mengisi acara diskusi di Indonesia Banking Expo 2011 di JCC, Jakarta, Jumat (13/5/2011).

Menurut dia, untuk pilihan investasi jangka pendek dengan durasi di bawah 5 tahun adalah tabungan, deposito, dan reksadana pasar uang. "Kalau kita mau masuk ke produk reksadana terproteksi juga bisa, atau obligasi, ori, sukuk, juga masih bisa," tuturnya mengenai pilihan investasi lainnya untuk jangka pendek.

Sementara pilihan investasi jangka panjang, atau di atas 5 tahun, ia menyarankan produk reksadana campuran, reksadana pendapatan tetap. "Di atas 15 tahun, baru reksadana saham," sebutnya.

Namun, ia juga menyebutkan, pilihan ini dapat tergantung dari karakter orang yang mau berinvestasi. "Ada orang yang agresif, di atas 10 tahun, sudah bisa masuk reksadana saham," ungkapnya.
Untuk itu, ia kembali menegaskan, tujuan untuk berinvestasi itu penting diketahui sejak awal. Baru setelah itu menentukan berapa tahun investasi dan jenis investasinya. 


sumber : Kompas

Wednesday, 11 May 2011

Mengembangkan pelabuhan di Pontianak, PelIndo II gelontorkan dana Rp 118 miliar

JAKARTA. PT. Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II mengalokasikan dana Rp 118 miliar untuk menambah 8 unit peralatan bongkar muat dan perluasan pangkalan di Pontianak, Kalimantan Barat.

Pengadaan peralatan bongkar muat yang tengah dalam tahap penyelesaian tersebut di antaranya berupa empat unit RMGC (Rubber Mobile Gantry Crane) dan satu unit mobile crane berkapasitas 25 ton.

Sedangkan perluasan pangkalan akan dilakukan di Depo Nipah Kuning yang berjarak sekitar 7 kilometer (km) dari Pelabuhan Pontianak seluas 1 hektare (ha) akan yang awalnya berkapasitas 800 twenty-foot equivalent units (TEUs) akan diperluas menjadi 2,7 ha yang mampu menampung kapasitas 2.800 TEUs peti kemas.

Solikhin General Manager PT. Pelabuhan Indonesia II (Persero) Cabang Pontianak, dalam rilisnya menyatakan, ekspansi tersebut dilakukan karena arus peti kemas terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

"Tahun 2010 rata-rata throughput peti kemas hanya 13.000 TEUs per bulan menjadi 15.000 TEUs bahkan tertinggi pernah mencapai 17.000 TEUs pada kuartal I 2011,” ujarnya


www.kontan.co.id

Monday, 18 April 2011

Setelah Anggota Dewan : Kini, Bupati Pidato, Camat Nonton Bokep

MALANG, TRIBUN-TIMUR.COM - Tingkah para pejabat kini semakin aneh saja. Mereka seolah tak sadar ada etika dan kepatutan yang mesti dijaga. Seperti terjadi di Kabupaten Malang, saat bupati berpidato, dua camat malah asyik menonton video porno. Terlalu!

Peristiwa yang terjadi di sela-sela sidang paripurna pembahasan empat rancangan peraturan daerah (raperda) di Gedung DPRD Kabupaten Malang, Senin (14/3/2011), itu tidak sengaja terekam kamera wartawan yang meliput dari balkon. Namun, kasus itu baru terungkap pada Jumat (18/3/2011).

Entah, mungkin terlalu jenuh karena lama mendengarkan pidato pandangan Bupati Rendra Kresna dan fraksi-fraksi, di sela-sela acara serius itu, dua camat dan seorang pejabat setempat mencari hiburan dengan menonton film porno.

Awalnya, salah satu oknum camat yang baru dilantik pada 7 Januari 2011 lalu itu tiba-tiba mengeluarkan sebuah BlackBerry (BB) dari saku celananya. Entah siapa pemilik BB tersebut, tak berapa lama, ia kemudian memutar sebuah file film porno.

Dasar mungkin karena punya pikiran yang sama, camat yang berada di sebelahnya rupanya tak mau ketinggalan. Ia kemudian memindahkan pandangannya dari sudut depan, tempat Bupati Rendra berpidato, ke arah film tersebut. Begitu juga pejabat sebelahnya. Dengan demikian, kompaklah ketiganya menikmati film tersebut.

Deretan tempat duduk para pejabat negara itu kebetulan memang hanya diisi oleh empat orang sehingga tak sampai menimbulkan kegaduhan.

Ketiganya terlihat asyik menonton, meski sekilas seperti memerhatikan pembahasan raperda.

Seorang pejabat di sebelah camat pemilik BB itu sempat mengingatkan dengan cara menepuk tangannya agar tidak menunjukkan video itu. Dia juga tampak berusaha meminta agar film di BB itu segera dimatikan. Apalagi di belakang tempat duduk mereka juga ada pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) lainnya yang serius mendengarkan raperda.

Namun, camat tersebut terlihat masih asyik. Maklum, cara menonton film itu memang tidak mencolok. Sang camat memperlihatkannya di bawah meja. Namun, karena layar ponsel itu lebar, maka gambarnya juga sangat jelas. Oleh karenanya, tiga pejabat di satu deret tempat duduk itu bisa nonton bareng.

Mungkin karena sudah selesai, camat pemegang ponsel yang diduga berasal dari Malang di bagian timur ini tak lama kemudian mematikan film. Ia keluar dari ruangan menuju kamar kecil dan tidak kembali lagi.

Bupati Malang Rendra Kresna pun sangat menyesalkan kejadian itu. "Seharusnya pembahasan raperda disimak karena itu juga penting bagi mereka. Saya tidak memungkiri kalau ada individu yang pasti memiliki koleksi film seperti itu di ponselnya. Namun, kalau memutar film itu dalam sidang paripurna, ya salah tempat," kata Rendra Kresna menjawab Surya, Jumat malam.

Ia menyatakan, kesalahan ada pada masalah etika. Tidak seharusnya pejabat publik melakukan hal itu di gedung wakil rakyat, saat membahas masalah serius.

Rendra mengatakan, empat hal yang dibahas saat itu merupakan bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Malang yang harus diketahui para pejabat yang hadir dalam sidang itu.

Dari rekaman gambar yang diperoleh wartawan, tidak bisa dipastikan apakah Rendra sudah pasti mengetahui sosok yang dimaksud. Namun, dia memastikan akan memberikan sanksi kepada ketiga pejabat yang menonton film biru di ruang sidang. "Nanti biar ditangani oleh Inspektorat Kabupaten Malang," katanya.

Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Malang Purnomo Anwar berpendapat, sidang paripurna yang dimulai pukul 10.00 hingga 14.00 itu merupakan forum resmi yang harus disimak secara serius. Apalagi saat itu semua pejabat hadir, seperti bupati, wakil bupati, sekda dan para asistennya, pimpinan SKPD, serta semua camat dan pimpinan DPRD. Ini menunjukkan pentingnya acara itu.

"Memang kadang-kadang kalau kelamaan acaranya, timbul rasa mengantuk dan bosan. Itu manusiawi sekali. Tapi kalau sampai memutar film seperti itu di ruang sidang ya enggak etis," cetus politisi dari Partai Golkar ini.

Pengamat sosial dari Universitas Negeri Malang (UM), Marthein Pali, menilai, perilaku yang dilakukan camat dan pejabat tersebut merupakan hal tak terpuji. Apalagi mereka adalah pejabat negara. "Sebenarnya, ini masih dalam taraf kewajaran. Hanya, mengapa mereka melakukannya tidak pada tempatnya, yakni sewaktu mengikuti sidang paripurna DPRD Kabupaten Malang," katanya.

Dia mengatakan, menonton film porno dalam situasi seperti sekarang bukan barang yang aneh lagi. "Yang salah, dia tidak bisa menempatkan dirinya, itu saja," kata pria yang juga menjabat sebagai Direktur Pascasarjana UM ini.

Menurutnya, menonton video porno lewat ponsel saat sidang menunjukkan sang pejabat tidak memiliki komitmen terhadap profesinya. "Sebab, dia kan sedang berada dalam ruang sidang yang di sana juga dihadiri Bapak Bupati. Apalagi ini sidang untuk kepentingan rakyat," katanya.

Meski demikian, apa yang dilakukan oleh pelaku dengan menonton video porno tidak pada tempatnya ini, di mata Martheil, juga imbas dari makin modernnya teknologi. Jika ponsel dengan fasilitas video tidak pernah ada, barangkali perilaku menonton video di tempat sidang dan tempat lainnya tidak bakalan terjadi.

Apa yang terjadi di Malang boleh jadi memang manusiawi. Juli lalu, hal serupa juga terjadi di Lampung. Saat Bupati Way Kanan Tamanuri membacakan laporan keterangan pertanggungjawaban akhir masa jabatan, enam oknum camat asyik menonton video porno yang diperankan artis Indonesia.

Meski demikian, tentu saja ini harus menjadi pelajaran bersama bahwa tak sepatutnya pejabat pemerintah mengumbar kebiasaan yang kurang patut di sembarang tempat. (Sylvianita Widyawati /Eko Darmoko)


Editor : Mursalim Djafar
Sumber : Kompas.com

Saturday, 16 April 2011

Bebaskan ABK Sinar Kudus, Diam Diam Pemerintah Kirim 401 Prajurit

Jakarta - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Djoko Suyanto, mengemukakan, pemerintah sudah mengerahkan kekuatan militer ke Somalia untuk menyelamatkan 20 WNI ABK kapal MV Sinar Kudus, yang dibajak perompak di wilayah itu.

"Banyak pendapat, pemerintah tak ambil tindakan, pemerintah lemah. Padahal dari awal, opsi militer paling keras pun sudah menjadi pilihan," kata Menko Polhukam Djoko Suyanto, di Jakarta, Jumat (15/4).

Dua kapal freigat dengan 401 tentara gabungan Korps Marinir TNI Angkatan Laut dan Korps Pasukan Khusus TNI Angkatan Darat ditugaskan perairan di sekitar benua Afrika.

Dijelaskannya, pada 17 Maret pemerintah menerima informasi pembajakan kapal milik PT Samudera Indonesia oleh perompak Somalia.

"Sehari kemudian, dirapatkan, lalu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memerintahkan agar mengutamakan keselamatan awak kapal. Rapat kembali digelar 20-22 Maret, yang menghasilkan dua opsi. Yaitu, pemerintah mendukung negosiasi pemilik kapal dengan para lanun, sekaligus menyiapkan pasukan khusus untuk menyerbu dan merebut Sinar Kudus," tuturnya.

Djoko menambahkan, demi keselamatan awak, pemerintah memilih mengedepankan sisi negosiasi dan menyembunyikan opsi penyerbuan.

Pada 23 Maret, kapal diberangkatkan, agar segar dan siap tempur, anggota Kopassus terbang ke Kolombo, Sri Langka. Kapal merapat di Kolombo untuk menjemput mereka dan mengisi logistik. Pasukan bergerak dari Kolombo pada 30 Maret.

Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono menambahkan, karena letak Somalia yang jauh, membuat kedua kapal itu terlambat mencegat MV Sinar Kudus.

"Tanggal 2 April, Sinar Kudus lego jangkar, merapat ke daratan. Kami berharap ketemu di laut, tapi baru sampai di posisi lego jangkar pada 5 April," katanya.

"TNI menerbangkan helikopter, untuk mengecek situasi dan kondisi di lapangan dan 'Sinar Kudus' berada di dekat daratan, di tengah puluhan kapal yang dibajak perompak," katanya.

Berdasarkan situasi dan kondsi tersebut, Pemerintah memutuskan mengedepankan negosiasi dan menempatkan kedua kapal freigat itu di dekat Somalia.

Dua kapal itu, dimaksudkan untuk mengawal mengawal Sinar Kudus pulang jika negosiasi berhasil. (MI/**)

sumber : www.metrotvnews.com

Tuesday, 12 April 2011

Cara Jitu Menghadapi Debt Collector

Terpaksa  NGUTANG alias KREDIT di bank untuk bisa memiliki rumah, mobil, motor atau kebutuhan perabotan rumah tangga lainnya, adalah pilihan yang harus dijalani bagi sebagian masyarakat kita dewasa ini, karena tanpa adanya keberanian untuk melakukan perjanjian kredit tersebut barangkali kita tidak akan bisa memiliki rumah, mobil, barang barang mewah impian kita. Namun tak jarang akibat perjanjian kredit tersebut malah membuat kita tambah pusing karena ulah debt collector (pihak ketiga) yang ditugaskan oleh bank atau institusi tempat kita ngutang jatuh tempo,  terkadang terpaksa  pula, cicilan kita jadi macet atau terlambat membayarnya karena ada kebutuhan yang lebih mendesak untuk segera diselesaikan terlebih dahulu, seperti yang sedang hangat hangatnya dibicarakan saat ini, salah satu nasabah setia Kartu Kredit Citibank tewas karena hutang piutang dan  tidak setimpal dengan nyawanya karena diduga tindakan semena mena debt collector Citibank tersebut.

Jika anda mengalami nasib yang sama, saya memiliki tips jitu untuk  menghadapi debt collector tersebut dengan gagah berani walaupun terang terangan anda punya hutang yang harus segera dibayar :) ini saya kutip dari berbagai sumber, secara garis besarnya saja yah karena kalau saya tulis semua disini wah cape juga heheheh ...

Intinya begini : Jika para penagih mulai berdebat, menteror, persilahkan mereka keluar dari rumah anda, hubungi pengurus RT/RW gak pakai malu malu lagi kalau punya hutang banyak :) atau polisi sekalian sebab ini pertanda buruk bagi para penagih hutang yang mau merampas mobil, motor, atau barang lainnya yang sedang anda cicil pembayarannya..

Jika para penagih hutang berusaha merampas barang cicilan anda, tolak dan pertahankan barang tetap di tangan anda. Katakan kepada mereka, tindakan merampas yang mereka lakukan adalah KEJAHATAN dan mereka bisa dijerat Pasal 368, Pasal 365 KUHP Ayat 2,3, dan 4 junto Pasal 335. Dalam KUHP tersebut  dijelaskan secara gamblang  " yang berhak untuk melakukan eksekusi adalah Pengadilan". Jadi apabila mau mengambil jaminan harus membawa surat penetapan eksekusi dari Pengadilan Negeri ... repot kan urusannya :) trus Jangan lupa ingatkan kepada mereka kendaraan cicilan anda misalnya  adalah milik anda sesuai dengan STNK dan BPKB, kasus ini adalah kasus perdata, bukan pidana.

Kasus Perdata diselesaikan lewat Pengadilan Perdata dan bukan lewat Penagih Hutang. Itu sebabnya, Polisi pun dilarang ikut campur dalam Kasus Perdata.

Nah, jika penagih hutang tetap merampas barang anda, segeralah ke Kantor Polisi dan laporkan kasusnya bersama sejumlah saksi anda. Tindakan para penagih hutang ini bisa dijerat Pasal 368 dan Pasal 365 KUHP Ayat 2,3, dan 4 junto Pasal 335. Oh ya jangan titipkan mobil atau barang jaminan lain kepada Polisi, tolak dengan santun tawaran Polisi tersebut. Pertahankan Mobil atau barang jaminan tetap ditangan anda sampai anda melunasinya atau ada keputusan eksekusi dari pengadilan.

Lebih simple lagi untuk menghindari debt collector yah jangan ngutang gede gede kalo merasa tidak mampu untuk membayarnya :)  semoga informasi ini bisa bermanfaat .



Thursday, 7 April 2011

Maskot Apel Kota Batu - Jawa Timur Jadi Toilet

Apa jadinya jika buah Apel yang kita bayangkan adalah buah segar mengandung banyak Vitamin tiba tiba berubah menjadi  " BUAH TOILET"  seperti yang terjadi di Kota Batu, Jawa Timur, yang memiliki sebutan sebagai kota apel, kini tak lagi memiliki sebutan itu. Mencari apel jenis manalagi tak lagi mudah ditemukan di kota tersebut. Banyak faktor yang mempengaruhinya. Selain cuaca yang tak lagi mendukungnya, juga banyak warga setempat yang enggan menanam apel karena harganya tak lagi menguntungkan petani.

Selain itu, lahan untuk menanam apel sudah banyak digunakan untuk membangun vila dan perhotelan. "Sekarang Maskot Kota Batu sudah musnah. Sudah jarang petani yang menanam apel," aku Syaifuddin Zuhri, salah satu tokoh masyarakat Kota Batu, Kamis (7/4/2011).Tragisnya lagi, jelas pria yang akrab disapa Gus Udin itu, maskot apel yang menjadi ciri khas kota wisata itu sudah berubah menjadi toilet umum. Hal itulah yang disayangkan banyak tokoh masyarakat setempat.

Toilet umum yang didesain bentuk apel raksasa itu dibangun di Alun-alun Kota Batu. Didalamnya berupa ruangan toilet.

"Kami sangat menyayangkan dan merasa tersinggung, apel yang sudah jadi ikon Kota Batu, malah di dalam Alun-alun itu ada monumen buah itu yang fungsinya dijadikan toilet umum," kata Gus Udin.
Sejak 1980-an, apel sudah menjadi sumber kemakmuran rakyat kota Batu. Karenanya, di sebelah barat Taman Alun-alun dibangun tugu maskot Apel roumbeuty bertenger di atas sebuah sayur kubis sebagai simbol kota, yang ada di Jalan Diponegoro. Namun kini, tugu apel tersebut sudah dibongkar, dipindah ke dalam Taman Alun-alun yang sedang dipugar total.

"Kalau simbol apel sudah jadi WC, sebaiknya tugu apel itu diubah fungsinya menjadi WC umum sebelum dilakukan launching 7 Mei nanti," tegas Gus Udin.
Tokoh masyarakat lainnya, Didik Sumintoharjo mengatakan, secara fisolofis maskot Kota batu itu berupa apel sudah disalah gunakan. "Monumen sebelumnya, apel berada di atas kubis, yang menggambarkan mayoritas rakyat kota Batu hidup makmur dari bertani apel dan sayuran. Tapi sekarang filosofisnya malah jadi WC umum," kata Didik.

Kalau sudah jadi toilet ujar Didik, maskot Kota Batu sudah tidak bermartabat lagi. Pihaknya berharap, Tugu apel tersebut jangan difungsikan sebagai toilet, tetapi kalau mau diubah kepada yang yang lebih bermartabat. Misalnya, bisa diubah menjadi rumah apel manalagi atau dijadikan perpustakaan atau kedai apel.
"Yang jelas, kalau mau diubah harus diubah pada tempat yang yang lebih bermartabat, bukan diubah menjadi WC umum," pintanya.

Di tempat berbeda, anggota DPRD setempat juga mengecam perubahan maskot Kota Batu itu menjadi WC umum. "Itu memang pelecehan. Sebaikknya dipindah saja agar warga tidak tersinggung. Kalau bangunan itu tetap ditaruh di Alun- alun, warga akan terus memprotesnya dan tak akan jadi diresmikan," tegasnya.
Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Kota Batu, Susetya Herawan enggan mengomentari masalah tersebut. Padahal mulai petani hingga tokoh agama sudah meminta agar toilet yang berbentuk apel itu dirubah saja menjadi bentuk strawberry atau bentuk lain. "Lebih baik saya diam daripada nanti tambah salah," katanya saat dihubungi via telepon.

Tanaman apel mengalami masa kejayaan pada 1980-an hingga 1996. Tanaman apel mulai dibudidayakan pada 1930-an. Dari catatan Dinas Pertanian dan Kehutanan Kota Batu, total luas lahan tanaman apel pada 1980 seluas 2.015 hektar dengan jumlah produksi pertahunnya 72.000 ton dari 5,64 juta pohon. Dari tahun ketahun luas lahan apel terus menyusut. Sejak 2009 hingga kini luas lahan tanaman apel sudah tinggal 600 hektar dengan jumlah pohon apel 2,5 juta. Produksi apel ini hanya tinggal 24.625 ton pertahunnya. 
sumber : www.kompas.com

Wednesday, 6 April 2011

Benarkah BALI pulau NERAKA ?

Artikel Majalah Time baru baru ini membuat Pemprov Bali meradang. Judul artikel itu, 'Holidays in Hell : Bali Ongoing Woes'. Artikel ditulis oleh Andrew Marshall.

Dalam tulisannya, Andrew membahas sejumlah masalah yang melilit Pulau Bali. Pulau yang menurut dia masih menjadi tujuan wisata internasional, bahkan dianggap negara lain di Indonesia. 

Andrew menilai, infrastruktur pulau kurang cepat mengantisipasi perubahan pariwisata Bali. Andrew membuka tulisannya dengan kotornya pantai Kuta, salah satu lokasi wisata paling ramai di Bali.

Musim hujan yang cukup deras di Bali membuat sungai meluap. Alhasil sampah-sampah yang ada di sungai terbawa ke laut. Termasuk kotoran manusia. Sampah-sampah itu lantas berakhir di Pantai Kuta.

Awal Maret lalu otoritas Pantai Kuta melarang turis berenang di pantai tersebut lebih dari 30 menit. Khawatir terkena infeksi kulit. Selain masalah polusi di pantai, lanjut Marshall, Bali juga mengalami problem kekurangan air, listrik mati hidup, sampah yang berserakan, drainase, hingga kemacetan serta kriminalitas.

Marshall menyandingkan kemacetan di Bali menyerupai di Jakarta. Sementara soal kriminalitas yang menyasar ke turis asing, sejak Januari lalu Polda Bali, menurut Marshall, menerapkan tembak ditempat bagi kriminal. 

Menurut Marshall lagi, salah satu masalah utama Bali adalah kebanyakan turis. Pada 2001, Bali didatangi 1,3 juta turis asing. Sepuluh tahun kemudian, meski sudah ada Bom Bali I dan II, turis yang datang ke Bali melesat mencapai dua juta orang per tahun. Ini belum terhitung jutaan turis lokal.

Dampak dari turis ini adalah pembangunan infrastruktur yang marak. Hotel dan pusat belanja tiba-tiba muncul di mana-mana. Sebaliknya, pembangunan ini kurang memperhitungkan infrastruktur pendukung seperti jalan, listrik, selokan, parkir.  "Infrastruktur Bali tidak bisa menyamai laju pembangunannya,: kata Ron Nomura, Direktur Marketing Asosiasi Hotel Bali.

Semoga Analisa dari Wartawan Time tersebut tidak mempengaruhi kunjungan turis asing untuk tetap datang ke Bali dan ini menjadi sebuah peringatan buat Pemprov Bali untuk merespon secara positif masukan ini dan berbenah agar para wisatawan tetap merasanya nyaman selama tinggal di Bali.
Media Pontianak/berbagai sumber

Sunday, 3 April 2011

Sabu Rp 10,8 M, Selundupan Warga Mempawah Hilir

PONTIANAK - Kepolisian Resor Sanggau menggagalkan penyeludupan narkotika jenis sabu-sabu asal Malaysia seberat 6,8 kilogram atau senilai Rp 10,8 miliar dari tangan tersangka Tarmiji (30) warga Mempawah Hilir, Kabupaten Pontianak, Kalimantan Barat. Kepala Polres Sanggau AKBP I Wayan Sugiri dalam keterangan persnya di Pontianak, Minggu (3/4/2011) mengatakan, terungkapnya penyeludupan narkotika jaringan internasional tersebut dari laporan intelijen di lapangan yang mencurigai akan ada pengiriman sabu-sabu dalam jumlah besar dari Malaysia. 

"Berdasarkan informasi tersebut kami langsung melakukan razia, pada Sabtu tepatnya di depan Kepolisian Sektor Entikong, sekitar pukul 15.00 WIB dan benar kami berhasil menangkap Tarmidji bersama barang-bukti sabu-sabu seberat 6,8 kilogram yang disimpan dalam kopernya," katanya.
Untuk mengelabui petugas tersangka menggunakan mobil carteran dan menyimpan sabu-sabu itu dengan rapi sekali sehingga bisa melewati Pos Pemeriksaan Lintas Batas (PPLB) Entikong Sanggau.
Setelah dilakukan pemeriksaan, tersangka mengakui barang tersebut berasal dari Malaysia dan akan dikirim ke rekannya Hari Rabuan (32) yang juga warga Mempawah Timur, kemudian dibawa ke Jakarta.
"Berdasarkan pengakuan tersebut kami langsung menyusun tim untuk menangkap Hari Rabuan. Hasilnya tersangka kedua berhasil ditangkap di rumahnya hari ini," kata Kapolres Sanggau.
Hingga saat ini kedua tersangka masih dalam pemeriksaan di Direktorat Narkoba Kepolisian Daerah Kalbar untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut, katanya. 

Berdasarkan pengakuan kedua tersangka, aksi memasukkan sabu-sabu dari Malaysia melalui perbatasan Entikong sudah yang kelima kali. "Menurut mereka pengirim kali ini jumlah yang terbesar, tetapi akan kami kembangkan terus untuk menyelusuri jaringan lainnya," katanya.
"Kedua tersangka diancam pasal 112 ayat (2) UU No. 35/2009 tentang Narkotika golongan satu dengan ancaman hukuman mati," kata I Wayan Sugiri.
Kabag Bin Ops Narkoba AKBP Mukson Munandar menyatakan, terungkapnya penyeludupan narkotika jaringan internasional kali ini terbesar dalam lima tahun terakhir di wilayah kerja Polda Kalbar.
"Sebelumnya tahun lalu juga terungkap penyeludupan sabu-sabu dari Malaysia, tetapi jumlahnya masih dibawah kali ini," kata Mukson. 

Sebelumnya, Kepala Bidang Humas Polda Kalbar AKBP Suhadi Siswo Wibowo menyatakan, Provinsi Kalbar termasuk daerah segi tiga emas peredaran narkotika internasional sehingga tidak mengherankan kalau dikemudian hari terungkap kasus-kasus besar peredaran narkotika di provinsi itu.
"Kalbar hanya termasuk daerah transit pengiriman narkoba internasional dari perairan, seperti ke Laos dan India, serta perbatasan darat dari Malaysia," kata Suhadi.

sumber : www.kompas.com

Tuesday, 29 March 2011

Ingin Kurangi Pengangguran, Wapres dan Para Menteri Ngumpul di Bogor

Bogor - Menteri-menteri beserta Wakil Presiden Boediono kembali melakukan retreat di Istana Bogor, salah satu target yang akan dibahas adalah menekan angka pengangguran sebanyak 1 juta orang per tahun.

Menko Perekonomian Hatta Rajasa menyatakan, ada beberapa program ekonomi yang bakal dibahas dalam retreat yang juga dihadiri oleh Jaksa Agung dan Kapolri ini.

"Adapun target kita dalam rapat ini yang pertama, tentu mendengarkan arahan Bapak Wapres tentang refocusing kita terhadap seluruh program-program prioritas dan program-program inisiatif yang disampaikan Bapak Presiden," tutur Hatta ketika membuka retreat di Istana Bogor, Selasa (29/3/2011).

Agenda kedua adalah mengamankan target pertumbuhan ekonomi sebesar 6,1% di 2011. Lalu memanfaatkan hasil penghematan anggaran yang dilakukan untuk program-program prioritas.

"Kita ingin mengurangi angka pengangguran menjadi nett-nya satu juta per tahun dan kita mulai pada tahun ini. Di mana tahun 2010 capaian kita, terjadi pengurangan nett-nya 0,7 juta," kata Hatta.

Selain pengangguran, pemerintah juga berjanji bakal mengutamakan program ketahanan pangan dengan meningkatkan surplus beras menjadi 10 juta ton yang gerakannya dimulai pada tahun ini.

sumber : www.detikfinance.com (dnl/qom)

Thursday, 18 November 2010

Meminta Jatah Saham, Langgar Kode Etik Jurnalistik

By : Lahyanto Nadie

Penjatahan saham perdana PT Krakatau Steel Tbk. yang diminta oleh sejumlah wartawan dinilai melanggar kode etik jurnalistik dan merusak citra pers.

Mantan Wakil Ketua Dewan Pers Leo Batubara mengatakan bahwa tugas wartawan adalah melakukan kegiatan jurnalistik untuk kepentingan umum. "Jika ada sejumlah wartawan melakukan itu bertentangan kode etik. Jelas itu salah total dan merusak citra pers," ujarnya kepada Bisnis pagi ini.

Wartawan seperti itu, katanya, berarti tidak bisa lagi bisa menjalankan fungsi kontrol. "Itu wartawan abal-abal."

Dia mengimbau agar wartawan harus menjaga kredibilitas dan jangan merusak jadi diri. Sikap pemimpin redaksi menghadapi kasus seperti itu, katanya, mestinya tegas. Jika medianya profesional, menurut Leo, jika ada wartawan seperti itu harus dipecat.

Dia menjelaskan bahwa Menurut Piagam Palembang 2010 disepakati hal-hal a.l. insan pers bersedia melaksanakan sepenuhnya Kode Etik Jurnalistik, Standar Perusahaan Pers, Standar Perlindungan Wartawan, dan Standar Kompetensi Wartawan, serta akan menerapkannya sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari ketentuan-ketentuan yang berlaku di perusahaan.

Seperti diberitakan bahwa proses penawaran harga saham perdana PT Krakatau Steel Tbk dinodai ulah sejumlah wartawan. Mereka diduga meminta penjatahan saham perdana sebanyak 1.500 lot (750.000 lembar).

Harga saham perdana produsen baja itu sebesar Rp860 per lembar menjadi polemik karena dinilai terlalu murah. Pada listing perdana di lantai bursa 10 November lalu, harga saham KS melonjak 49,6% menjadi Rp 1.270 per lembar.

Seorang wartawan senior yang biasa meliput di bursa setuju jika dilakukan investigasi agar kasusnya itu menjadi jelas.

Sementara itu, wartawan lainnya mengatakan bahwa ada media yang membolehkan wartawannya bermain saham. "Itu kan nggak benar juga kalo diperbolehkan karena wartawan tahu rencana dan kondisi di dalam korporasi, sehingga mudah buat mempermainkan. Jadi berbahaya," katanya. (ln)

Wednesday, 10 November 2010

Menkeu harap pasar modal sejahterakan rakyat

by : Dewi Idam Sari

Menteri Keuangan Republik Indonesia Agus Martowardojo mengharapkan pasar modal Indonesia semakin maju ke depan dan bisa menyejahterakan seluruh rakyat Indonesia.

Menkeu mengatakan hal itu saat membuka Investor Summit and Capital Market Expo 2010 bertema Capital Markets-Gateway to A Better Future hari ini. Menurutu dia, kegiatan tersebut memegang peranan penting dalam promosi kegiatan pasar modal di Indonesia.

Kegiatan ini berlangsung selama 2 hari, 10-11 November 2010 di Jakarta. Sebanyak 28 perusahaan, lebih dari 2.000 peserta, serta 40 media berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Ketua Bapepam-LK selaku ketua penyelenggara, Fuad Rahmany menyatakan kegiatan rutin tahunan yang telah diselenggarakan sejak 2006 ini mengajak pelaku pasar untuk melihat outlook investasi 2011 yaitu bagaimana menentukan strategi yang sesuai dengan proyeksi kondisi investasi 2011.

"Para investor dapat bertatap muka secara langsung dengan manajemen perusahaan yang diharapkan akan memberi update kinerja dan prospek perusahaan ke depan untuk membantu investor dalam membuat keputusan terbaik atas investasi mereka," tuturnya.

Secara umum kegiatan ini mencakup seminar, pameran, dan presentasi kinerja oleh perusahaan tercatat.

"Diharapkan dana investasi yang masuk ke pasar modal akan meningkat" (msw/bisnis.com)


Media Pontianak


Tuesday, 9 November 2010

Dicari : PLN Siapkan 'Pasukan Berani Mati'

PT PLN (Persero) menyiapkan 'pasukan berani mati'. Mereka sebagian merupakan didikan negara asing dan akan ditugaskan untuk melakukan pemeliharaan listrik tanpa mematikan listrik.

Dirut PLN Dahlan Iskan mengatakan, para 'pasukan berani mati' ini sebagian dididik di Korea Selatan dan Brasil, dan sebagian lagi merupakan didikan dari Pusdiklat PLN di Semarang. Mereka juga telah dikarantina dan dididik mentalnya di Markas Kopassus Batujajar selama 3 hari.

"Itulah pasukan berani mati yang dibentuk PLN untuk memasuki babak baru pemeliharaan tanpa mematikan listrik," ujar Dahlan kepada detikFinance, Selasa (9/11/2010).

Untuk saat ini, lanjut Dahlan, 'pasukan berani mati' PLN itu masih berjumlah 600 orang dan akan disebar di seluruh wilayah Indonesia. PLN berniat menambah jumlah 'pasukan berani mati' itu hingga 5.000 orang.

Nama resmi dari 'pasukan berani mati' PLN itu adalah Pasukan Pemeliharaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB). Rencananya, PLN akan menggelar apel besar Pasukan PDKB ini pada Rabu, 10 November 2010 besok di Parkir Timur Senayan, Jakarta.

"Dalam apel besar besok, saya akan dikukuhkan sebagai anggota kehormatan PDKB, dengan syarat harus menjalani inisiasi dengan cara berani memegang kabel listrik dalam keadaan bertegangan," ujar Dahlan.

Rencananya, inisiasi yang akan dilakukan oleh Dahlan Iskan itu akan disaksikan oleh seluruh peserta apel. (qom/dnl/detikFinance)

Monday, 8 November 2010

Ada Apa Greenpeace : "Desakan Greenpeace jangan didengar"

by : Martin Sihombing

Desakan LSM asing Greenpeace, Walhi dan Jatam agar pemerintah menghentikan ketergantungannya terhadap penggunaan batubara sebagai sumber energi mendapat reaksi keras berbagai kalangan.

Lalu Mara Satriawangsa, mengatakan seluruh elemen bangsa Indonesia tidak perlu mendengar kritik Greenpeace. "Untuk apa ditanggapi. Dipikirin aja gak perlu. Biarin sajalah, gak usah dipikirin," ujarnya kepada wartawan di Jakarta.

Menurut Lalu, Greenpeace tidak memberikan kontribusi apa pun kepada negeri ini. "Memangnya apa yang dia berikan kepada negeri ini. Menciptakan lapangan kerja? Tidak. Memberikan kesejahteraan buat masyarakat banyak? Apa lagi, tidak sama sekali," tandas Lalu, juru bicara Aburizal Bakrie, pemilik pertambangan batu bara Kaltim Prima Coal (KPC).

Dalam acara diskusi peluncuran laporan jejak kerusakan batu bara, Greenpeace, Walhi, dan Jatam meminta agar pemerintah dan perusahaan nasional tidak memberdayakan batu bara. ''Batu bara memang murah. Namun efeknya sangat mahal. Mulai dari kerusakan hutan ketika pembukaan pertambangan batubara, sampai kerusakan lingkungan, manusia, dan iklim," ujar Arif Fiyanto, Juru Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Asia Tenggara.

Melanjutkan keterangannya, Lalu, mengatakan, desakan Greenpeace dan kedua LSM tersebut sangat tidak rasionil. Sebab, batu bara merupakan salah satu sumber devisa negara yang besar. Selain itu, sangat banyak masyarakat yang kehidupannya tergantung dari hasil batu bara.

"Di sana ada jutaan orang yang kehidupannya sangat tergantung dari batu bara," katanya. Lalu sangat yakin, pemerintah tidak mungkin menanggapi kritikan yang dilontarkan Greenpeace.

"Apalagi Indonesia merupakan negara berkembang yang masih sangat membutuhkan pendapatannya dari hasil bumi.

Anggota Komisi VI DPR Hendrawan Supratikno mengaku curiga dengan gerakan Greenpeace yang memaksa PLN agar tidak menggunakan batu bara sebagai sumber energi, merupakan pesanan dari perusahaan global. Karena itulah pernyataan Greenpeace itu harus dikaji lagi.

"Kalau Indonesia tidak menggunakan batu bara, lalu hasil tambang batu baranya kan harus diekspor. Kalau begitu, asing lagi yang untung. Padahal kita sendiri membutuhkan batu bara untuk mengurangi penggunaan BBM," ungkapnya.

Menurut Hendrawan, kalau PLN menggunakan batu bara sebagai sumber energinya, maka daya saing Indonesia di pasar global bisa lebih baik, ketimbang menggunakan energi lain yang jauh lebih mahal.

"Kalau kita mendengarkan kritikan Greenpeace, bisa dipastikan kita tidak punya daya saing lagi. Akhirnya, perusahaan asing lagi yang diuntungkan," ujarnya.

Hendrawan malah balik mendesak agar Greenpeace tidak menggunakan standar ganda dalam berkampanye. Artinya, ketika mereka mengkritik negara-negara lain, standarnya jangan berbeda dengan standar kritikan yang ditujukan kepada Indonesia.

Sementara yang terjadi, ketika mereka mengkritik negara lain, standar yang dipakainya berbeda. Padahal penggunaan batu bara di negara-negara maju jauh lebih besar dibanding Indonesia. Dengan menggunakan standar kritik seperti yang dilakukan Greenpeace kepada Indonesia, berarti telah menyuruh Indonesia untuk menutup semua usahanya.

"Kalau dia mengkritiknya seperti itu, sama saja dia bilang, perusahaan Indonesia yang tidak kuat bersaing, tutup saja. Padahal, justru kita ingin memperkuat diri agar bisa lebih tangguh," tandasnya. Karena itulah, sebaiknya kritik Greenpeace itu tidak perlu ditanggapi, baik oleh pemerintah maupun perusahaan-perusahaan nasional. (msb)

Bisnis.com/Media Pontianak

Tuesday, 2 November 2010

Waspadai Tipu-tipu Kartu Kredit Gaya Baru

by : Herdaru Purnomo - detikFinance

Apakah anda menggunakan Kartu Kredit? Mungkin saat ini anda harus lebih waspada dalam menggunakannya. Pasalnya, walaupun telah menggunakan chip, kini ada modus penipuan baru yang dilakukan oknum tidak bertanggung jawab.

Ketua Tim Mediasi Perbankan Bank Indonesia, Sondang Samosir mengungkapkan modus yang dilakukan cukup canggih.

"Layaknya sebuah customer care sebuah bank, oknum tersebut awalnya meminta nasabah untuk melakukan up-grade limit. Siapa yang tidak mau?," jelas Sondang.

Sondang menyampaikan hal tersebut disela Forum Edukasi Nasabah Kartu Kredit Mandiri di Plaza Bapindo, Jalan Sudirman, Jakarta, Rabu (21/07/2010).

Ia melanjutkan pastinya sebagai nasabah akan tergiur oleh godaan si oknum tersebut yang akan menambah jumlah limit kartu kredit.

"Apalagi misalnya kartu kredit kita dari silver ditingkatkan menjadi gold," katanya.

Kemudian, lanjut Sondang, nasabah yang tertarik menambah limitnya tadi dan meng-upgrade kartunya diminta untuk menyamakan data-data pribadi.

"Biasanya diminta berapa tanggal lahir dan sebagainya," jelas Sondang.

"Nanti, customer bohongan itu mengatakan akan ada sebuah kurir yang akan mengambil kartu kredit lama untuk di tukar," imbuh Sondang.

Menurut Sondang, ketika kurir datang menjemput maka disinilah nasabah akan tertipu karena kartu kredit tersebut selanjutnya akan disalahgunakan.

"Kurir bisa menyalahgunakan kartu kredit dengan sepuasnya sampai limit kartu kredit nasabah itu habis," jelasnya.

Menurutnya, semua modus tersebut sangat tersusun rapih. Sehingga saat ini diperlukan nasabah yang smart. "Intinya jika kartu sudah tidak ingin dipakai atau sebelum mengembalikan kita harus menggunting terlebih dahulu," katanya.

Hal itu dilakukan agar nantinya kartu kredit yang akan diganti tidak lagi bisa dipakai apalagi disalahgunakan.


(dru/qom)

Media Pontianak

Thursday, 21 October 2010

Pasar yang KIAN CUEK terhadap POLITIK

BY : Sutan Eries Adlin

Empat gadis berseragam putih abu-abu, ditemani dua kawan lelaki mereka, terlihat sedang asyik sendiri. Padahal, tak jauh, hanya berjarak 5 meter, asap hitam dari ban yang dibakar membubung.

Seorang reporter TV, saya bisa pastikan memang sengaja, mengambil posisi dekat kobaran api yang sudah mengecil itu. Di latar belakang pewarta perempuan itu, seorang mahasiswa tengah berorasi dengan bahasa yang khas aktivis jalanan diselingi pekikan koleganya. "Turunkan SBY sekarang juga." Begitu teriakan yang sering terdengar.

Anda yang kebetulan nonton tayangan langsung TV itu dari jalan antara Megaria dan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, mungkin membayangkan sesuatu yang seram terjadi di tengah demonstrasi memperingati setahun pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono.

Apalagi kemarin ada mahasiswa yang kabarnya berasal dari Universitas Bung Karno, Farel Restu, tertembak di kaki saat melakukan aksi demonstrasi.

Padahal, ketegangan di layar TV itu ternyata, menurut saya, tidak seseram yang sebenarnya terjadi di lapangan. Mahasiswa yang turun ke jalan dekat Megaria itu tidak lebih dari 150 orang. Di markas LSM Bendera di bekas kantor PDI Perjuangan Jalan Diponegoro, hanya tampak tidak lebih dari 50 orang. Itulah yang terjadi.

Tidak percaya? Dengar saja jawaban Rizki Akbar, salah satu anak SMA itu. "Nggak takut ngeliat demo gini...? tanya saya.

"Gak, kita malah memang sengaja liat. Kebetulan sekolahan kita deket," ujarnya enteng.

Sebagian masyarakat Jakarta sepertinya memang sudah tidak peduli lagi dengan demonstrasi yang kerap terjadi. Bahkan, alih-alih membicarakan apa yang menjadi tuntutan demonstrasi, warga Jakarta justru sering berkeluh-kesah tentang kemacetan yang pasti muncul sebagai ekses dari aksi turun ke jalan itu.

Sikap cuek terhadap aksi demonstrasi itu juga terjadi di lantai bursa. Indeks harga saham gabungan (IHSG) memang sudah diduga pasti melemah. Ketika dibuka, IHSG melemah 0,29 poin ke posisi 3.592,50 dari level 3.592,79 pada penutupan perdagangan sehari sebelumnya.

Kondisi pelemahan terus terlihat sampai penutupan pasar. IHSG ditutup turun 13,83 poin atau 0,39% ke level 3.578,95. Hal yang sama terjadi pada indeks BISNIS-27 juga ikut melorot 1,09 poin ke level 320,06.

Namun, pelemahan indeks kemarin juga dipengaruhi suku bunga acuan China yang membuat bursa Asia tertekan.

Analis PT Panin Sekuritas Purwoko Sartono menilai para investor sekarang sudah mampu memisahkan diri dari isu-isu politik. Pasar pun jadi tidak mudah terpengaruh oleh beberapa peristiwa yang sempat menyita perhatian publik, seperti kasus Bank Century misalnya.

Menurut dia, sejumlah isu yang belakangan sempat mencuat, seperti keluarnya Partai Golkar dari Sekretariat Gabungan partai koalisi dan penggantian sejumlah menteri juga tidak terlalu memberikan dampak di pasar.

"Akhirnya isu-isu seperti itu hanya berhenti pada ranah politik saja dan tidak sampai mengganggu pasar. Ini menunjukkan bahwa investor makin dewasa dalam menerjemahkan isu-isu yang beredar," ujar Purwoko.

Pelaku bisnis di luar lantai bursa pun berpandangan yang sama dengan Purwoko. "Situasi Jakarta yang terjaga tetap kondusif, sehingga kalangan dunia usaha dapat melaksanakan aktivitas bisnisnya dengan baik," kata Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri DKI Jakarta (Kadin Jaya) Eddy Kuntadi.

Kalau kemarin Anda masih sempat jalan-jalan ke mal wah di Jakarta, pasti Anda tidak begitu merasakan perbedaan suasana yang signifikan antara kemarin dengan hari-hari sebelumnya.

"Kegiatan usaha ritel tetap berjalan seperti biasa dan belum ada laporan tempat perbelanjaan yang terganggu akibat aksi demo tersebut. Kami berharap situasi semacam itu dapat terus terjaga," kata Sekjen Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia Rudy Sumampouw.

Tentu kita semua senang, demonstrasi kemarin tidak berubah menjadi terlalu anarkis yang hanya melahirkan kerusakan dan kemungkinan adanya korban.

Pesan para aktivis dan mahasiswa yang turun ke jalan tentu sudah sampai ke telinga Presiden SBY. Dan pihak Istana pun, seperti disampaikan, Mensesneg Sudi Silalahi mengaku senang menerima aspirasi publik yang disampaikan melalui demonstrasi yang wajar sehingga dianggap tidak menjadi persoalan serius.

Jadi, kini, sepertinya sudah tidak pantas lagi para elite politik negeri ini dan aparat keamanan berbicara tentang sesuatu yang menyeramkan, seolah-olah akan ada yang menggulingkan pemerintahan yang sah!. (01/12/tdw/rar/asa/irs/jao/na)(eries.adlin@bisnis.co.id)

Media Pontianak

Monday, 18 October 2010

Bondan Mencari Logo : Berhadiah 10 juta

Siapa yang tidak kenal dengan Bondan Winarno, alias pak Bondan "Maknyuss".  Tak terasa tahun 2010 tinggal 2 bulan lagi, namun kesibukan baru justru ada di 'dapur' detikfood. Jika beberapa waktu lalu sukses meluncurkan acara MBB (Maksi Bareng Bondan) yang bakal terus berlanjut, dengan seabrek kejutan baru bagi pencinta kuliner.

Bondan Winarno, yang akrab disapa Pak Bondan Maknyuss bakal aktif memeriahkan website kuliner www.detikfood.com. Selain sejumlah konten asyik khas Pak Bondan bakal ditampilkan tiap hari, sebagai tahap awal akan  mengajak pembaca untuk ikutan lomba membuat logo detikfood yang baru.

Logo tersebut guna memberikan warna baru untuk detikfood sebagai portal kuliner terbesar. Portal yang dapat memberikan informasi terlengkap mengenai dunia kuliner baik dalam dan luar negeri bersama Bondan Winarno.

Program ini terbuka untuk umum dan khusus perorangan. Logo harus dapat mengkomunikasikan portal dan co-branding Bondan Winarno dengan dengan detikfood. Bagaimana syarat-syarat logo detikfood baru? Silakan klik langsung di sini.

detikfood akan menyeleksi semua hasil design logo yang masuk. Untuk desain logo yang terpilih akan mendapatkan hadiah Rp. 10.000.000. Materi desain di tunggu paling lambat tanggal 31 Oktober 2010.

Ikutan yuk ... siapa tahu kita bisa masuk nominasi pemenangnya, Media Pontianak sih sudah siap logo barunya tinggal proses untuk memenuhi persyaratan yang diminta panitia Bondan Mencari Logo ...

Media Pontianak