UNDER CONSTRUCTION - WEBSITE DALAM PERBAIKAN - TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA

Forex adalah Bisnis yang mengandung RESIKO SANGAT TINGGI, tidak seorangpun yang mampu mengendalikan pergerakan Forex ini "...harga bergerak secara acak tidak akan menjamin seseorang bisa profit secara terus menerus karena Forex adalah PERMAINAN PSIKOLOGI" kata Bill William yang terkenal dengan Chaos Teory-nya.

TRADING ADALAH BISNIS PALING JUJUR, Bisnis mandiri terlepas dari kekurangan dan kelebihannya

Trading Forex di Indonesia masih menjadi bisnis negatif bagi sebagian kalangan masyarakat kita, cap negatif itu masih menghantui dan memberikan sinyal untuk segera meningalkan bisnis ini. Ada Apa Dengan Trading ?

STRATEGY TRADING : INDICATORS VS NAKED TRADING

Dalam melakukan transaksi Forex apa yang sebaiknya kita pakai sebagai acuan dalam trading ? Amati Candlestick anda satu persatu, karena setiap perpindahan candlestick adalah signal buat kita.

Surat Keputusan (SK) No.75/BAPPEBTI/Per/12/2009 tentang Pialang Asing (PMA) di Indonesia.

PT Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI) SEGERA bekerja sama dengan Pialang Berjangka Luar Negeri untuk dapat langsung bertransaksi di Bursa Komoditas kedua di Indonesia ini. Pialang Luar Negeri dapat langsung bertransaksi di Bursa Tanah Air TANPA HARUS memiliki Kantor Perwakilan di Indonesia.

TIPS TRADING : NASEHAT DARI MASTER FOREX DUNIA

“Trading itu tidak sulit. Apa yang sulit adalah disiplin dan komitmen yang diperlukan dalam aktivitas trading" - Michael Miligan. “Tidak ada alasan untuk tawar-menawar lebih delapan poin. Segera saja lakukan pembelian. Begitu juga ketika turun, jika anda berpikir harga akan turun, segera saja lakukan penjualan.” - David Ryan

Ratings and Recommendations by Outbrain

Showing posts with label Trading Tips. Show all posts
Showing posts with label Trading Tips. Show all posts

Wednesday, 19 October 2011

Indicators VS Naked Trading

Investasi Forex (Foreign Exchange) di Indonesia semakin lama semakin diminati, dulunya  untuk kalangan terbatas orang orang berduit saja. Sekarang siapapun  bisa mencobanya  baik  kalangan pekerja atau mahasiswa sekalipun karena Investasi Forex saat ini tidak lagi harus menyediakan Rupiah dalam Jumlah besar, misalkan 100 juta, 300 juta atau 500 juta. Jika anda tertarik dalam bisnis ini cukup 100 ribu-pun sudah bisa mencobanya, tidak punya komputer atau yang lebih populer dengan NoteBook bisa datang ke Warnet dengan berbekal FlashDisk atau yang lebih gampang lagi dengan menggunakan HandPhone.

"... dengan Forex  keuntungan yang didapat tidak terbatas begitu sebaliknya bisa menguras kantong seketika, high risk high return !"

Banyak Investor "kakap" yang sudah berguguran, banyak juga yang meraih keuntungan namun "gaib" ditelan bumi karena mereka tidak akan bercerita kalau dirinya banyak memperoleh keuntungan dari bisnis ini, semakin mengerti mereka tentang bisnis ini semakin sulit mengenali  mereka, berbeda dengan mereka yang sudah "kalah" akan bercerita kesana kemari tentang kekalahannya, mengingatkan teman atau keluarganya untuk tidak menggeluti bisnis ini.

Bijaksanalah mengambil keputusan jika ingin mencobanya dan jangan terpancing bujuk rayu "buruh broker" dengan janji janji imbal hasil yang besar tanpa diiringi kemampuan trading mereka, karena dana anda bisa saja  hilang tanpa jejak dan tidak  hanya sampai disitu, mereka akan terus meminta anda sebagai "Donatur Tetap" hingga anda angkat tangan, menyerah kalah dan bangkrut !

Pilih pakai Indicators atau Naked Trading ?

Dalam melakukan transaksi Forex apa yang sebaiknya kita pakai sebagai acuan dalam trading ? saya banyak melihat trader yang selalu berganti ganti indicators, berganti ganti system, berganti ganti strategy namun akhirnya selalu merugi ! 1 tahun, 2 tahun, 3 tahun trading masih juga belum menemukan indicators yang pas untuk digunakan, masih juga belum menemukan style trading yang cocok dengan "perasaannya". Dimana letak kesalahannya ? Indicators yang telah disediakan MT4 tersebut atau Software Trading yang selalu muncul versi terbarunya atau "perasaan kita salah" yang digunakan dalam mengambil keputusan dalam entry market ?. Kenapa banyak  yang menggunakan Indicators yang sama tetapi bisa profit sedangkan anda tidak ? karena anda trading menggunakan perasaan bukan PENGLIHATAN ANDA !

Naked Trading "Trading tanpa menggunakan Indicators" begitu PowerFull namun tidak pernah dijadikan sebagai acuan untuk trading karena tidak populer dikalangan trader. Bagi penjual Indicators, chart yang bersih tanpa adanya indicators adalah hal mustahil untuk mengambil keputusan entry, para pedagang ini berlomba lomba menawarkan Indicatorsnya terutama bagi para trader pemburu indicators yang selalu mencari indicators holly grail.

Coba perhatikan chart anda, apakah harga bergerak secara riversal (bolak balik, berganti arah setiap pergantian candle) atau bergerak secara countinue ( candle sebelumnya naik akan di ikuti dengan candle naik juga) ? Ya ! anda benar, candle bergerak mengikuti candle sebelumnya, sangat jarang candle bergerak secara riversal terus menerus KECUALI dalam kondisi MARKET SIDEWAY memang tidak cocok bagi kita untuk melakukan entry disana !

Amati Candlestick anda satu persatu, karena setiap perpindahan candlestick adalah signal buat kita, Candle Bullish akan diikuti Candle Bulish berikutnya, begitu juga Candle Bearish akan diikuti Candle Bearish berikutnya, Entry-lah di Candle Bullsih/Bearish ke 2 setelah  selesai Candle 1 terbentuk (Bullish atau Bearish). Percayalah secara probabilitas Candlestick bergerak berdasarkan Candlestick sebelumnya, dan tempatkan STOPLOSS di High atau Low Candle 1.

"... kelola dana anda secara bijak, ambil keputusan entry berdasarkan apa yang anda lihat bukan apa yang anda rasakan dan jangan terlalu banyak berasumsi"


Alex L. Setiawan - MasterForex Education Centre - Pontianak








 

Sunday, 16 October 2011

Resiko Trading Forex VS Impian Cepat Kaya

Alex L. Setiawan with Mr. Igor Volkov
Forex adalah Bisnis yang mengandung RESIKO SANGAT TINGGI, tidak seorangpun yang mampu mengendalikan pergerakan Forex ini berdasarkan keinginan masing masing investor (baca : trader). Perputaran Uang disektor Keuangan Dunia ini sehari harinya diperkirakan $3,1 triliun.

"...harga bergerak secara acak tidak akan menjamin seseorang bisa profit secara terus menerus karena Forex adalah PERMAINAN PSIKOLOGI" kata Bill William yang terkenal dengan  Chaos Teory-nya. Bill William berpendapat bahwa trader kebanyakan rugi karena mereka mengandalkan tipe analisis yang berbeda-beda dan tidak memahami apa yang sebenarnya terjadi pada market yang bergerak acak tersebut, ini adalah kenyataan yang tidak bisa kita pungkiri !

Jika ada penggunaan kata PASTI DALAM TRADING satu-satunya komponen dalam trading yang bisa kita kontrol secara nyata itu adalah Money Management karena hal ini sepenuhnya berada ditangan kita. Money Management yang baik akan menyelamatkan kita dari Kesalahan Analisa.

Sukses dalam  Trading  tidak dibangun dalam waktu sehari semalam atau mengikuti pelatihan 3 hari, 1 bulan atau hanya kadang kadang. Trading adalah Long Term Business, untuk dapat bertahan dalam pasar Forex kita harus PELIT, supaya mampu menjaga Modal kita ERAT-ERAT. Tidak menghamburkan uang yang diperoleh susah payah dari Bisnis Konvensional, Berhutang, Gaji Bulanan atau DANA KELOLAAN kita dan menjadikan MARKET FOREX sebagai Lembaga Sosial dengan menjadikan diri kita sebagai DONATUR  setiap saat.

Proteksi Kerugian dengan Stoploss (SL)
Modal kita hanya bisa dijaga selagi Masih Ada ! tidak jika dalam kondisi Floating Loss berkepanjangan, transaksi dengan terus melawan Arah Trand Market. Posisi KUNCI atau HEDGING atau LOCKING bukanlah SOLUSI, ini hanya menunda waktu kerugian kita untuk segera berpindahnya modal kita kepada "the biggest".
Akuilah kesalahan kita jika ternyata analisa kita meleset, batasi kerugian sesuai dengan kemampuan kita untuk mengembalikannya (mengambil kembali kerugian dalam bentuk keuntungan/profit), jika kita hanya mampu profit  $30 dalam setiap transaksi janganlah membiarkan kerugian kita melebihi $30 dengan terus berharap posisi kita tersebut bisa profit ! 
Sadarlah,  kita  berkompetisi tidak hanya dengan sesama Retail Trader, Orang perOrang atau Spekulan namun yang lebih kompeten adalah MELAWAN the biggest, brightest, most greedy minds in the world. Mereka ini  adalah Bank Investasi atau Bank Korporat atau Hedge Fund.  Mereka adalah Big Boys yang memiliki kemampuan dan sumber daya tinggi untuk selalu berada dalam permainan di pasar Forex dimana kita tidak ada apa apanya.

Mereka Predator yang sebenarnya dalam lautan Investasi Internasional, seperti Deutsche Bank, Credit Suisse, Citi Bank, JP Morgan Chase Bank, Union Bank Of Switzerland (UBS), ING Bank, Sumitomo Mitsui Banking Corp, Barclays Bank England dan masih banyak lagi.
UBS Trading Floor
UBS
Siapa yang tidak kenal UBS (Union Bank Of Switzerland) trading floornya di Stamford, Connecticut yang pernah meraih penghargaan dari The Guinness Book of Records, Trading Floor Terbesar di Dunia luasnya tiga kali lapangan sepakbola, memiliki 1400 tempat duduk dengan 2000 komputer di tambah 5000 monitor dengan total dana kelolaan $1 trilliun ! mereka musuh kita di Pasar Komoditi, Saham, Forex dan Fixed  Income  kawan !
Belum lagi JP Morgan Chase Bank  di NY trading floor nya juga memiliki seukuran lapangan bola dan memiliki cabang hampir di seluruh dunia. Jika kita hanya memiliki pengalaman trading coba coba dengan konsep  mengadu peruntungan dalam Forex, keserakahan dalam Transaksi, Sifat Ragu Ragu namun berkeras hati disaat Floating tanpa pegangan yang kuat terhadap Analisa Teknikal  dengan dikawal sepenuhnya dengan Stop Loss di setiap melakukan transaksi, kita adalah MAKANAN EMPUK MEREKA.

Jangan pernah berhenti untuk terus belajar, Ilmu memahami pergerakan Forex yang bergerak secara acak tersebut bisa kita dapatkan dari manapun, belajarlah pada tempatnya, dari pelatihan pelatihan sejenis seminar, Private Class, Webinar, Forum Forex atau bertanya langsung kepada mereka yang sudah mengenal Forex terlebih dahulu dari kita. 



- MediaPontianak/Als -






Sunday, 29 May 2011

Kesalahan Trading

Selalu kalah,  tepatnya RUGI (LOSS) dalam trading bagi seorang trader adalah kesalahan trading yang lumrah terjadi dalam transaksi Forex, Namun kesalahan yang selalu berulang-ulang terkadang tidak disadari  akibatnya membuat trader tersebut bangkrut, berikut kesalahan umumnya terjadi dalam trading yang dicatat secara detail oleh Afif Amrullah seorang Independent Trader dalam bukunya KARIANTO. Sebagian dari kesalahan tersebut  juga terjadi pada diri saya, apakah ini juga anda alami saat ini ? jika YA cepat cepatlah merubah strategi trading anda sebelum mengalami kebangkrutan berikutnya : 

  1. Tidak memasang Stop Loss.
  2. Tidak menggunakan Indicators (mengabaikan indicators).
  3. Tidak memiliki rencana, dan tidak pernah mencatat kejadian buruk.
  4. Tidak mengatur dana (Money Management).
  5. Tidak disiplin dan tidak konsisten.
  6. Tidak pernah intropeksi dan menguji strategi trading yang hendak dipakai.
  7. Tidak focus, dan suka berganti ganti pairs.
  8. Tidak rela jika loss yang disebabkan oleh tersentuhnya stop loss.
  9. Entry berpegang pada Buy on Low dan Sell on High saja, bukan berpedoman pada Indicators.
  10. Emosi dan mudah marah, serta ingin membalas dendam kerugian.
  11. Ragu ragu dengan analisa sendiri.
  12. Suka meminta sinyal, nasihat dan pendapat orang lain.
  13. Suka memprediksi dan meramal harga.
  14. Suka entry Instant.
  15. Selalu berganti Indicators.
  16. Memakai strategi yang rumit dan kompleks.
  17. Serakah, ingin untung yang besar dan berlipat lipat.
  18. Terburu buru entry dan target entry setiap hari.
  19. Hanya entry pada pairs yang merasa dikenal saja.
  20. Menganggap bahwa trading adalah mudah dan gampang. 
  21. Merasa prestasi atau karier sebelumnya hebat.

Everybody makes business mistakes, kata Alan Bond. Beberapa Sultan dan Raja Raja yang Bijaksana, selalu memiliki penasehat, yang bertugas memberi nasehat, dengan kata lain mencari kesalahan Sang Sultan atau Raja, dan memberikan jalan keluar atau solusi.

Antara karakter dan pola pikir ibarat kita siklus hidup telur dan ayam. Lalu kalau kita adalah Trader yang Loss, bagaimana kita mengubahnya menjadi Trader yang Profit ? tentu saja kita harus mengubah diri sendiri. Dimulai dari mana mengubahnya ? dari manapun kita berkeinginan memperbaiki diri, dari situlah kita selalu  temukan pintu perbaikan, meskipun untuk menemukan pintunya bukan perkara mudah :)



Media Pontianak/ Alex L. Setiawan


 

Saturday, 21 May 2011

Forex : Buy On Monday Sell On Friday

Media Pontianak - "Buy on Monday Sell On Friday" ... adalah petuah kuno yang pernah saya dengar dari Master Trader yang sudah lama berkecimpung di dunia Online Trading yang aktif mengamati pergerakan harga baik secara Teknikal maupun Fundamental, namun tingkat kebenaran dan keakuratannya sulit untuk diyakini  begitu saja karena pada dasarnya Market bergerak secara acak dan tidak bisa dikendalikan oleh keinginan siapapun orang per orang yang menggeluti Bisnis Forex ini, karena ada kalanya Sell on Monday sepanjang hari hingga penutupan Market on Friday :)  

Hadirnya petuah ini mengindikasikan bahwa peristiwa tersebut memang sering terjadi di Forex, lantas apa iya terjadi di semua pair (pasangan mata uang) ?  kalo kita cermati pada pasangan EUR/USD sepertinya petuah ini ada benarnya, on Monday dia (EUR/USD) terkadang TURUN namun menjelang berganti hari  kemudian keesokan harinya dia mulai merangkak NAIK hingga hari menjelang On Friday. 

Hari ini petuah Buy on Monday Sell on Friday kembali membuktikan dirinya sejak 15/05/2011 hingga sepanjang hari ini 20/05/2011 pasangan EURO/USD benar benar menunjukkan keperkasaan-nya, berbahagialah anda yang selalu menanti peristiwa peristiwa TAKING PROFIT on FRIDAY seperti ini.

Adakah pasangan mata uang lainnya mengalami hal yang sama ? sudah saatnya anda mengamati kembali CHART HARIAN anda apakah petuah kuno tersebut juga mengadopsi perilaku yang sama, jika ternyata tidak jangan salahkan saya karena saya hanya kembali mengamati probabilitas petuah ini dan membicarakannya tadi siang di kantor ... alhasil anda sudah menduga hasilnya jika ikut mengamati fenomena petuah ini. 868WXPHVK5DT



Salam Profit ! Trader Indonesia 

Alex L. Setiawan


Wednesday, 11 May 2011

Bencana Trading Forex

Media Pontianak - Berapa banyak Trader atau Investor yang pernah anda dengar berguguran di "medan perang" Forex selama ini ? adakah yang selalu terdengar hanya kekalahan mereka dalam bertransaksi, tidak sedikit yang mati sia sia (bunuh diri) karena tidak mampu lagi menahan beban mental kekalahan mereka karena dana yang di kelola habis dengan janji janji muluk awalnya untuk melipat gandakan dana tersebut. Mati di ujung pistol ataupun di ujung tali rafia dalam kamar membawa anak istrinya kealam baka pun pernah tersiar kabar, disalah satu kota besar di Jawa Timur. Alih alih untuk melipat gandakan uang dalam waktu singkat apalacur uang yang susah payah dikumpulkan selama ini ludes dalam waktu singkat hanya gara gara Forex !


Miris ! sekejam itukah Forex ? apa yang telah anda lakukan dalam Trading hingga membuat anda babak belur ? hingga membuat mereka mengambil jalan pintas untuk mengakhiri hidupnya ? sudah tidak ada jalan lain lagikah selain bunuh diri ? tidak terpikirkan kah untuk lebih mengenalin Forex itu dan bersahabat dengannya ?

Simaklah kalimat salah satu Trader Terkenal di dunia tahun 1987 pen-mencetak keuntungan terbesar di Interbank Currency  lebih dari US$300 juta (sekitar Rp.2,8 triliun) Mr.Bruce Kovner ketika Membongkar Rahasia Trading-nya :
“Letakan stoploss disebuah titik. Jika tercapai (terkena SL) hal itu mengindikasikan bahwa transaksi kita salah, bukan menempatkan pada harga yang anda tentukan sebelumnya di mana anda mengalami kerugian yang cukup besar.” “Kapanpun saya masuk sebuah posisi, saya punya stop yang saya persiapkan sebelumnya. Itu adalah cara saya dapat tidur. Saya tahu di mana saya akan keluar sebelum saya masuk. Sejumlah posisi dalam transaksi adalah ditentukan stop, dan stop sebelumnya ditentukan dengan sebuah analisis teknis. Karena pasar sebaiknya tidak mencapainya jika saya benar.”
Sesederhana itu rahasia bisa tidur nyenyaknya dengan return hasil yang sangat luar biasa ! apa bedanya Trader Indonesia dengan trader dari luar negeri sana ?

Kata salah satu trader yang pernah saya ajak bicara secara online  "karakter Trader Indonesia itu tidak pernah mau menyerah dengan market ... lawan terus sampai titik darah MC (Margin Call) terakhir ! sedangkan Trader Asing cepat mengambil keputusan untuk segera keluar jika posisi terfloating minus dan melanjutkan posisinya semula dititik harga yang dianggap sudah cukup aman untuk memulai posisi semula yang diyakini tadi "

Oh yah .. jangan sampai kekejaman Forex itu menghampiri nasib kita dalam Trading yang membuat kita gelap mata, tetap berpikir jernih karena apapun masalahnya selalu ada jalan keluar yang terbaik untuk kondisi kondisi seperti itu.


Catatan Tengah Malam 0.51 wib dikala Silver tak bergeming dari Posisi Minus dimataku hahahahha ...

Tuesday, 10 May 2011

Tips Trading : Nasehat dari Master Forex Dunia


Dikutip dari buku The Master Trader ( Belajar dari Trader Sukses Dunia By Adi Ardiyan). Karena saya pikir Nasehat para Master Trader Dunia ini patut saya simpan dan abadikan di Media Pontianak sebagai sebuah nasehat dan belajar dari pengalaman mereka akan lebih baik karena mereka telah sukses mencetak profit jutaan dollar dimasa hidupnya (sampai sekarang juga sebagian dari mereka masih hidup ), semoga bisa meningkatkan wawasan dan cara pandang kita dalam menggeluti dunia Forex. Dengan menerapkan nasehat mereka akan membantu meningkatkan kecerdasan emosional kita dalam menjalani profesi sebagai Trader. Semoga kutipan nasehat mereka bisa membantu .. amin ..

Berikut Kutipannya :
Jack D Schwager memberikan gambaran tentang peluang dari trading forex, menurutnya:
“Trading menyediakan satu garis perbatasan yang terbesar dari sebuah kesempatan dalam ekonomi kita. Ini adalah salah satu jalan dari sedikit jalan yang ada di mana seorang individual dapat memulai dengan modal yang relatif kecil dan kenyataannya Bisa menjadi seorang multimilionaire.”

Dalam sebuah wawancara, Brian Shannon, seorang trader independent yang sukses, menceritakan pengalamannya tentang arti kebebasan sebagai seorang trader.
“Kebebasannya adalah tidak menjawab kepada siapapun, saya mempunyai etika kerja yang kuat, tetapi ketika pasarnya lemah saya mungkin mematikan komputer dan pergi berenang, naik sepeda, bermain ski, menikmati makan siang dengan keluarga dan lain-lain……dan saya tidak harus bertanya kepada siapa pun untuk mempermasalahkan ini. Saya juga menikmati tantangan mental untuk mencoba ramainya pasar; secara finansial dan emosional hal ini adalah bisnis yang menjanjikan ketika Anda terlibat di dalamnya pada saat Anda mencapai kesuksesan. Saya tidak melakukan transaksi untuk hal yang lain.

Pandangan lain Trader Ed Seykota tentang analisis fundamental, dia menceritakan pengalamannya;”Suatu malam, ketika makan malam dengan seorang fundamentalis, tanpa saya sengaja saya memukulkan pisau tajam di pinggir meja, dia melihat pisau berputar diudara, selanjutnya menancap tepat dipinggir sepatunya. “Mengapa kamu tidak memindahkan kakimu?” Saya berseru. “Saya sedang menunggu pisau itu kembali ke atas,”jawabnya.
Apa yang dikatakan Ed Seykota adalah benar, biasanya trader fundamentalis seringkali terlambat merespon pergerakan harga, begitu dia masuk pasar karena berita-berita, maka yang terjadi adalah sebaliknya, yakni pasar sudah jenuh dan mungkin akan mengalami reversal.

Tentang isu, rumor dan fundamentalis.

Mengikuti isu atau rumor yang ada dipasar akan membantu untuk membangun transaksi lebih awal tetapi anda harus tahu resikonya, bahwa isu tersebut belum tentu benar.

Bruce Kovner mengatakan;
“Fundamentalis yang mengatakan bahwa ia tidak akan menaruh perhatian kepada grafik/chart seperti halnya dokter yang mengatakan bahwa ia tidak akan mengukur suhu pasiennya.” 

bagi Bernard Baruch lain lagi dan berpendapat,  “Perlihatkan pada saya grafik, dan saya akan mengatakan pada anda beritanya.”

Intinya adalah menurut trader sukses tersebut diatas menyampaikan kepada kita bahwa Teknikal Analisis adalah bagian utama dari kesuksesan seorang trader. Bahkan trader sekelas Brian Shanon hanya mendasarkan analisanya pada harga, volume, moving average dan beberapa timeframe.

Technical Analysis Sederhana.

Berikut pernyataan mereka tentang trading sistem sederhana tersebut :
Brian Shanon
“Analisis saya adalah sangat sederhana; harga, volume, moving average dan beberapa time frame.” Saya telah mengujinya selama 15 tahun dengan uang nyata saya sendiri di pasar! Percaya dengan sistem saya, datang karena pengalaman dan sukses itu tidak bisa diprogram ke dalam komputer.” Gunakan analisis yang simple, jangan mencari indikator ataupun oscilator yang paling sempurna. Itu tidak ada. Mengerti apa yang anda inginkan sebagai seorang trader dan pelajari untuk menjadi orang yang percaya diri, tidak ada salahnya mendengar orang lain, tetapi anda adalah orang yang mengalami kerugian karena trading yang anda jalankan. Jadi, Pastikan anda tahu mengapa anda melakukan transaksi.”
Menurut Michael Miligan
“Trading adalah tidak sulit. Apa yang sulit adalah disiplin dan komitmen yang diperlukan dalam aktivitas trading.”

Jim Wyckoff berujar
“Setelah saya belajar beberapa tahun, semakin kompleks dan banyak input dalam trading plan dapat menyebabkan kebingungan, frustasi dan mengurangi kemenangan.”
Simple adalah mudah dan lebh Baik.
TIME IS EVERYTHING
 Andy Swan mengatakan :
“Saya tidak melakukan backtest yang terkomputerisasi sama sekali, saya hanya tidak percaya bahwa seluruh system yang terotomatisasi untuk trading dapat bekerja karena kejadian alami di pasar adalah mengeliminasi inefisiensi yang ada didalamnya. Peluang sukses jangka panjang adalah tentang kemampuan beradaptasi di bebagai kondisi market yang berbeda dan juga tentang perlindungan terhadap modal.”

TIMING
Timing yang tepat untuk melakukan perdagangan adalah jika ada kesempatan tak usah ragu-ragu untuk menjalankan transaksi. Jika tepat waktunya dan anda melihat ada peluang, saat inilah yang tepat untuk melakukan perdagangan.

Seperti  dikatakan David Ryan
“Tidak ada alasan untuk tawar-menawar lebih delapan poin. Segera saja lakukan pembelian. Begitu juga ketika turun, jika anda berpikir harga akan turun, segera saja lakukan penjualan.”

William O’neil
“Investor yang masih baru sepertinya meletakan harga limitnya pada order Buy dan Sell. Mereka sangat jarang menempatkan market order (secara langsung). Prosedur ini menyedihkan karena investor berdalih (posisi yang mereka tempatkan) hanya untuk sekitar 8,5 poin, daripada menekankan yang lebih penting dan pergerakan lebih besar. Limit order terkadang menghasilkan hilangnya kesempatan dan tidak segera melapaskan posisi yang sebaiknya dijual untuk menghindari kerugian secara substansial.” Beberapa investor punya masalah membuat keputusan Buy ataupun Sell. Dengan kata lain, mereka terombang-ambing dan tidak dapat berpikir menggunakan akalnya. Mereka merasa tidak yakin karena mereka samas ekali tidak tahu apa yang mereka lakukan. Mereka tidak punya perencanaan, prinsip, aturan untuk memandu mereka dan karena itu, mereka tidak yakin dengan apa yang sebaiknya dilakukan.”

Strategi Keluar Pasar (Exit Strategy)

Salah satu yang membedakan antara trader yang sukses dan trader yang gagal pada umumnya adalah mereka mempunyai rencana dan trader yang gagal pada umumnya adalah mereka mempunyai rencana untuk keluar dari pasar, baik itu dalam kondisi profit atau loss.

Van K Tharp mengatakan;
“Menurut saya, jika anda tidak mepunyai trading system sedikitnya anda tahu ketika akan keluar dari pasar pada waktu anda masuk”.
“Ada empat kategori exit secara umum; 1.Exit yang membuat inisial kerugian kecil; 2.Exit yang memaksimalkan keuntungan anda; 3.Exit yang meminimalkan berapa banyak profit yang telah anda berikan kembali; dan 4.Exit secara psikologis. Faktor psikologis selalu datang dalam permainan trading jangka pendek.”

Michael Marcus
“Tambahannya tidak untuk trading berlebihan. Sangat penting untuk berkomitmen pada sebuah exit point pada setiap transaksi. Stop yang membatasi adalah sangat penting karena ia memang memaksa komitmen pada trader”.

Ed Seykota
“(Jadi anda tidak mempunyai exit point yang jelas) dengan kata lain,hanya satu cara anda dapat menghentikannya, yaitu dengan kerugian. Jika anda tidak dapat melepas kerugian kecil segera atau waktu berikutnya anda akan mendapatkan sumber dari segala kerugian”.

Menurut Bernard Barunch
“Jika apa yang dilakukan spekulator ternyata menjadi kenyataan, tetap akan lebih baik jika spekulan itu punya kepekaan untuk mampu dengan segera menghentikan kerugian atas langkah-langkah spekulatifnya yang terbukti salah”.

EXIT FOR LOSSES
Pemahaman trader-trader sukses tentang exit for losses adalah merupakan kerangka dasar penerapan Money Management & Risk Management, sangat penting untuk keberhasilan nubie seperti saya bahkan para trader sukses dunia sudah merupakan bagian teknik trading mereka.

Bagaimana pemahaman seorang Bruce Kovner tentang exit point :
“Letakan stoploss disebuah titik. Jika tercapai (terkena SL) hal itu mengindikasikan bahwa transaksi salah, bukan menempatkan pada harga yang anda tentukan sebelumnya di mana anda mengalami kerugian yang cukup besar.” “Kapanpun saya masuk sebuah posisi, saya punya stop yang saya persiapkan sebelumnya. Itu adalah cara saya dapat tidur. Saya tahu di mana saya akan keluar sebelum saya masuk. Sejumlah posisi dalam transaksi adalah ditentukan stop, dan stop sebelumnya ditentukan dengan sebuah analisis teknis. Karena pasar sebaiknya tidak mencapainya jika saya benar.” (Bruce Kovner adalah trader terbesar inter bank currency dan juga pasar futures, pada tahun 1987, dia mencetak keuntungan lebih dari US$300 juta (sekitar Rp.2,8 triliun)

Lalu menurut Alexander Elder
“Trader yang serius menempatkan stop pada saat mereka melakukan perdagangan. Kita semua seperti berharap bahwa sebuah transaksi akan sukses, dan sebuah stop adalah bagian realitas yang menghalangi para trader bergantung pada harapan kosong.” “Belajar menempatkan stop sepertinya belajar untuk berkendara secara hati-hati. Sebuah stop bukanlah alat yang sempurna tetapi pertahanan yang baik yang kita punya.”
Gary Biefeldt
“Dengan mempunyai pemikiran lebih luas daripada target anda dan mempunyai strategi untuk keluar jika tren pasar berubah, anda mengembangkan secara luar biasa potensi untuk bertahan dalam posisi sebagai pemenang.”

KEY FOR SUCCES
Fondasi yang sangat penting dan merupakan syarat mutlak adalah mindset (psycology), anda dan kemampuan untuk mengontrolnya adalah jauh sangat penting. Kunci cara berpikir mempengaruhi tingkat keberhasilan dalam kehidupan dan trading adalah bukan pengecualian. Seseorang trader sukses dapat dipastikan memiliki karakter yang positif, ada yang menyebutnya sebagai seorang kesepian yang rendah hati.

JP Morgan pernah mengatakan
“Untuk menjadi seorang money monster (orang yang mendapatkan keuntungan besar), pertama kali anda menjadi seorang self master (orang yang sangat tahu dan dapat menguasai diri sendiri).”

Apa yang dikatakan seorang Chris Perruna
“95% dari para trader yag berkeinginan kuat akan gagal karena mereka tidak dapat mengatasi emosi psikologisnya sendiri yang diterjemahkan ke dalam kebiasaan trading yang buruk.” (Coba renungkan, kenapa lebih 95% trader baru (newbie) bangkrut….??? )

Mengoptimalkan Kemenangan tetapi bukan karena keserakahan.
“Anda harus tahu kapan anda menahannya, mengetahui kapan untuk melipatnya, mengetahui kapan untuk meninggalkannya, dan mengetahui kapan untuk lari,” kata seorang seniman musik terkenal Kenny Rogers.

William Eckhardt
“Lihat dengan mata telanjang kesempatan profit taking mulai tampak, tetapi malangnya berlari seperti seekor kelinci.”

Mark Weinstein
“Jangan menjadi terlalu puas diri dengan anda ketika suatu saat anda telah membuat keuntungan. Hal yang paling sukar di dunia ini adalah menahan keuntungan.”

Jeff Yass
“Konsep dasar untuk mengaplikansikan trading adalah tujuan utamanya yang tidak selalu ingin menang setiap waktu, tetapi lebih pada memaksimalkan keuntungan.”
Paul Rotter
“Ini adalah kemampuan untuk menjadi lebih agresif ketika menang, mengambil risiko yang besar, dan memperhitungkan kembali di saat rugi.Kemudian mematikan komputer ketika beberapa level kerugian dicapai dalam satu hari.”

Van K Tharp
“Agar memaksimalkan keuntungan (biarkan berkembang), anda harus mau memberikan beberapa kepada mereka kembali. Kenyataannya, yang ironis dari desain sistem adalah jika anda ingin memaksimalkan keuntungan, anda harus mau memberikan kembali keuntungan besar yang telah anda kumpulkan.”

Larry William
“PENDEKATANNYA ADALAH MEMBELI KONTRAK LAGI KETIKA SAYA MENDAPATKAN EQUITY DALAM ACCOUNT SAYA, MELEPASNYA KETIKA BERKURANG. INI ADALAH APA YANG MEMBUAT KEUNTUNGAN BESAR, BUKAN SEPERTI KETERAMPILAN TRADING YANG HEBAT.”

(Sengaja saya pake huruf kapital, karena inti dari mengoptimalkan kemenangan adalah apa yang dimaksud oleh seorang Larry William tsb.)

Larry R Wiliam adalah seorang lulusan jurnalistik University of Oregon, pada tahun 1987 mengubah account sebesar US$10.000 menjadi US$1.100.000 dalam waktu hanya 12 bulan, dan demikian juga pada tahun 1997 Michelle William yang masih berumur 16 tahun anak perempuan Larry William mendapatkan keuntungan labih dari 1000%. Ini bukan sebuah keajaiban untuk melipatgandakan modal. Bahkan, suatu saat Larry William pernah meledakann rekeningnya di depan para siswanya, dia mendapatkan keuntungan sebesar US$1.000.000 hanya dalam beberapa waktu, kemudian membagikan kepada siswanya 20% dari profit yang diperoleh saat itu juga. Mengapa Michelle Williams, yang masih berumur 16 tahun, punya performa trading yang luar biasa. Apakah dia punya rahasia, formula, atau analisis canggih ?
“Bukan, Michelle William menerapkan trading sistem yang wajar dengan didasari oleh penerapan Money Management yang ketat,” ayahnya menjawab.

Trader yang sukses akan mengatakan hal yang sama, ketika anda berada dalam posisi yang menguntungkan ada baiknya jika menambahkan jumlah penempatan posisi secara bertahap untuk memperbesar potensi keuntungan. Ini adalah satu hal yang seringkali dilupakan oleh kebanyakan trader pada umumnya, yaitu melakukan penambahan lot ketika transaksi sudah mulai menguntungkan.

Kemenangan Adalah Sebuah Probabilitas
Salah seorang trader pernah mengungkapkan, “Pasar ini seolah-olah tahu dengan apa yang kita kerjakan.” Ketika saya mencoba membatasi kerugian, yang terjadi malah seringkali terkena stop loss kemudian harga berbalik bergerak panjang. Setelah mengalami bebrapa kerugian, selanjutnya kita mulai beranggapan bahwa kedisplinan yang selama ini diterapkan adalah sebuah kesalahan. Saya kemudian tidak membatasi kerugian, untuk beberapa saat sepertinya saya mendapatkan keuntungan meskipun tidak besar, tetapi pada ujungnya kerugian saya mulai tak terkendali. 

Cerita lainnya adalah, ketika saya mendapatkan keuntungan, saya sempat berpikir pasar seolah-olah tahu dengan apa yang kita kerjakan. Setiap kali saya mencoba membiarkan keuntungan saya berkembang yang terjadi malah sering kali pasar berbalik arah dan justru mengenai batas kerugian yang sudah saya tempatkan. Karena berungkali hal ini terjadi, saya kemudian mejadi “risk averse” orang yang sangat menghindari resiko. Saat saya mendapat keuntungan langsung saya lepaskan, dan anda pasti tahu apa yang terjadi, saya hanya mampu mendapat ujung ekor gajah! Berpikir bahwa anda adalah korban, dan pasar selalu mengintimidasi anda, adalah tidak baik untuk kesehatan mental trading, bagaimanapun juga, anda harus paham, bahwa semua orang yang pernah melakukan transaksi sebenarnya menghadapi masalah yang sama.

Peter Steidlmayer 
“Aktivitas trading adalah permainan probabilitas, tujuannya adalah mendapatkan keuntungan dari frekuensi aktivitas trading yang kita lakukan, bukan untuk mendapatkan keuntungan besar dari setiap tarnsaksi atau mendapatkan semua peluang dari pergerakan harga di setiap transaksi.”
Rumus probabilitas trading adalah;
~ (Rata-rata Profit x win rate) – (Rata-rata loss x loss rate) = Net positive
Persamaan ini mempunyai arti penting karena “rata-rata” akan berarti hasil setiap transaksi, sedangkan persamaannya akan menekankan pada hubungan antara entries dan exits.
Contoh sederhananya misal dalam 10 transaksi yang terjadi adalah 6 transaksi mengalami kerugian dengan rata-rata 20poin, sedangkan 4 transaksi mendapatkan keuntungan rata-rata 50 poin, perhitungannya menjadi (50 x 4/10) – (20 x 6/10) = +8

Dengan memahami bahwa trading adalah sebuah game of probability, anda akan terbantu untuk selalu memperhitungkan setiap langkah yang akan kita lakukan begitu juga fokus yang akan kita ambil. Yang lebih penting lagi, anda tidak menyesali apa yang sudah dilakukan karena anda sudah memperhitungkan segala sesuatunya,

William Eckhardt 
“Apa yang terasa benar sering kali adalah kesalahan. Manusia secara alamiah tidak melakukan trading untuk memaksimalkan keuntungan tetapi lebih pada memaksimalkan kesempatan untuk mendapatkan keuntungan. Hasrat untuk memaksimalkan beberapa trading yang menang atau meminimalkan beberapa transaksi yang merugi dilakukan oleh seorang trader. Tingkat kesuksesan adalah statistik performa yang kurang penting.”

Paul Tudor Jones 
“Saya juga sering mengalami kerugian tetapi saya sama sekali tidak memperhitungkan kesalahan tiga kali yang telah saya lakukan sebelumnya karena saya berpikr bahwa yang lebih penting adalah apa yang akan kulakukan selanjutnya.”

Semoga dengan membaca cerita diatas  trading kita semakin membaik dan tidak menjadi bencana dikemudian hari karena ulah kita sendiri yang tidak sabar, disiplin dalam trading.


Berbagai Sumber - Media Pontianak

400 Analysts and Economists Are Bullish. But Before You Join Them, See This Chart

"Most investors have very short memory. You don't have to be one of them..."


Please read these financial news headlines and then take a guess as to when they were published: 
    • Fed chief predicts economy will rebound despite housing woes (AP)
    • IMF predicts an energetic world economy (StarTribune.com)
    • World economy in robust health despite US slowdown... (Agence France-Presse)
    • US Treasury says economy strong...‎ (Reuters)
    • Job Growth Strengthens Economy (Washington Post)
    • Several Signs the Economy Is Reviving (New York Times)
Did they publish this week? Last week? Last month?
 
No.
 
All these headlines published in April through July of 2007.
 
That's right: All these reports came out right before the 2007-2009 global financial crisis crashed markets around the world. In 2007-2009, the DJIA fell 54%, S&P 500 and CRB Commodities Index lost 57%, oil declined 78%. Gold, emerging markets and real estate also fell hard. Bonds were no "safe haven," either: The U.S. 30-year bonds and 10-year notes in 2009 had their worst year on record: down 26% and 9.7%, respectively.
 
To see this in graphic terms, this chart (courtesy: Bloomberg) shows when those optimistic news reports published.
 
"So what," someone might say -- "The economists blew it big time in 2007, but how's that relevant today?"
 
Here's how: Read this quote from the April issue of Elliott Wave International's Elliott Wave Financial Forecast. (The new, May issue comes out this Friday, May 6.)
 
"...a new Reuters poll of 400 analysts and economists [shows] bullish year-end outlooks registered in all 18 stock indexes surveyed. 'As always, respondents were very bullish on stocks...'"
 
To most investors, the current bullishness only serves as reassurance: If these professionals are so bullish on stocks, it's safe for me to be bullish, too.
 
 
By Vadim Pokhlebkin - Elliot Wave International

Saturday, 6 November 2010

Trading the Nonfarm Payrolls Release

by : Thomas Long, Course Instructor

However, more often than not, new traders are not the one’s profiting but rather losing. The main reason is slippage, which is when your order is filled away from the price you wanted. The reason for slippage is simple, big traders stay away from these events and new traders all try to do the same thing at the same time. If the release is bullish for the EUR/USD, everybody wants to buy at the same time. However, most find that there is nobody willing to sell to them at their price. But eventually your order is filled, but at the seller’s price. Soon you find the market moving against you and you exit to keep your losses from getting too big. But what about those who were selling to you? As the market continues to fall, you start to wonder about these traders who sold to you and the fact that they are now making money. What did they do differently?

These traders were playing the reversal and taking advantage of the fact that the first move after a release is often based on emotions and wrong. Here is a 5-minute chart and an example of a reversal after a release of the Nonfarm Payrolls. We can see that just before the release, the EUR/USD was trading at 1.4892. After the release, the market started to rally up to just above the 1.4950 level. The market then started to reverse and traders who were playing the reverse sold at the price the market was trading just before the release. The assumption here is that all traders who bought after the release are now in a losing trade and are selling to get out. So these new traders sell at 1.4892 to get in and use a 50 pip stop with a 100 pip limit order to take profit, which is what we recommend in our DailyFX Courses. 

This is our 1:2 risk:reward ratio and allows us to be profitable if only winning 34% of these setups. The market soon moved down 100 pips from the 1.4892 entry and rewarded those who were patient and reacted to the market environment rather than the emotional first response to the release. These reversal traders will also use the EUR/USD as much as possible in these situations because of the increased volume and better fills. But you don’t have to be first to get into the trade to be right, you just have to be patient and react to the market and not the news release. The EUR/USD doesn’t act like this on every release, but it does frequently enough to make this a valuable strategy.


DailyFX/Media Pontianak



Wednesday, 3 November 2010

Trading is a Business

by  : Kerry Johnston

Many investors lose their money and this is mainly because they are not prepared to put the time into their trading activities. Trading and investing is like any other business, what you get out of it is relative to what you put into it. In other businesses you find a market, you learn a skill, and then develop that skill until it is better than other people in the same business. Trading is the same - it is a business - and if you want to be one of the financially secure you will have to work at it. In conventional business you have to be focused, disciplined, committed, hard working, forceful, and in control. To be successful in your trading business you can't be forceful or control the market, all you can do is identify what is happening and go with it to profit.

You can't rely on tips or one lucky trade to secure your future; you have to continuously work at it until you have developed a trading strategy. Once you have a strategy that works for you don't keep messing around with it. I have read in other articles that you should keep searching for different indicators and systems to improve your trading. Successful traders know the main part of their trading business is the development of their trading skills not continually looking for the 'Holy Grail'. When you have a set of trading rules that suit you, and the skills to implement them, you take the stress and anxiety out of trading and it will become enjoyable. Then you can create a dynamic business that will help secure your financial future.

Investing or Trading is a Probability Game

Investing is a probability game and nothing is certain. It doesn't matter how much supporting information you have for your trading decision, it is still just a probability. If it was possible for absolute certainty of an up move, then there would only be buyers (and no sellers) in the market and no trade could take place. Once you realize this, then it is easier to accept your losing trades without going through the emotions of accepting that the trade was wrong and you must get out of it.

Successful traders know that they have to identify a probable trend direction with an acceptable risk. Once this is determined, they take the trade using sound money management to protect their capital.


Risk management and money management are vital in trading to protect your capital and stop the stress that arises from the uncertain outcome of a trade. If you don't have good money management then this stress will affect your decision making. When you accept that trading is a probability game and you manage your risk, then trading becomes profitable and enjoyable.


Media Pontianak

Saturday, 30 October 2010

Trading is Not About How Often You Win or Lose

by : Thomas Long, Course Instructor


If you knew of two traders and Trader 1 consistently won 40% of their trades while Trader 2 consistently won 80% of their trades...who would be more profitable?

In reality, you cannot tell which trader is more profitable or even if either trader was indeed profitable. If Trader 1 consistently won 200 pips on each win and limited their loss to 100 pips on each losing trade, after a series of 10 trades they would be up about 200 pips. If Trader 2 won 25 pips on each win but lost 100 pips on each loss, they would be a breakeven trader after a series of 10 trades.

But many new traders are misled by win percentage. Winning most of your trades is exciting, but not if it does not lead to consistent profits. So keep this in mind when you hear about a strategy that wins 90% of the time. That does sound appealing, but the key is profitability. One does not always lead to the other. If your goal is to be consistently profitable, win percentage is not as important how much you win when you are right compared to how much you lose when your are wrong.

DailyFX/Media Pontianak

Tuesday, 26 October 2010

Predicting Breakouts With Fibonacci Analysis

by : Mark Deaton
Fibonacci analysis is crucial to the modern trader and almost all traders do use retracements and extensions as part of their strategy. Over the years they have proven to be exceptionally accurate at predicting market movements and this can help traders devise strategies to make more profit. One of the best ways to make profit whilst trading is by predicting price breakouts. With Fibonacci retracements and extensions breakouts can be accurately predicated and when a trader uses an additional indicator to provide supplementary evidence they can be certain when a breakout will occur.

Fibonacci retracements and extensions rely on a trader accurately choosing the low and high points of a trend. Once this is done the Fibonacci analysis can be applied to a candlestick chart and a number of key Fibonacci ratios will be presented on the candlestick chart as horizontal lines. The lines help project points of resistance and support and they can also be used to suggest when a breakout is likely to occur. The two key ratios are 38% and 62% and often when a security is trading it can rebound back and forth between these two ratios.

If this is happening a lot and the market looks congested between these two points then the retracements are suggesting that a price breakout is imminent. When a price breakout occurs the price of a security will often move dramatically outside of the 38% and 62% ratios and the market will change significantly. The presence of price congestion in between these two lines created by the Fibonacci retracement suggests the market price will move and this is the point at which a trader should act.

A trader could simply rely on the analysis provided by the Fibonacci retracement and if this is the case it would be wise to place a pending buy and sell either side of the current price with the appropriate stop losses. However the Fibonacci analysis is best used in conjunction with another indicator to confirm if the breakout is definitely going to happen. Using the evidence of two indicators is a much more reliable strategy because if the two suggest a breakout is likely then it will probably happen but if they contradict each other a trader should stay out of the market.

Bollinger bands are excellent at predicting breakouts and when they begin to contract, this is a signal a price breakout will occur. This behavior is known as the Bollinger squeeze and if a trader correctly identifies it whilst also noticing congestion in the Fibonacci retracement, they can be fairly certain the breakout is imminent. By combining the Fibonacci retracement analysis to the Bollinger band analysis, a trader can confidently enter or exit the market based on the evidence provided. If the correct move is made a trader could make plenty of profit or prevent themselves from losing money during a breakout. Similarly, this strategy can be applied to Fibonacci extensions because the same principles are used to determine the future market movement.

Fibonacci Trading is part and parcel to any well thought out trading strategy. For a complete resourse kit and tips on how to successfully Fibonacci Trading techniques to your trades visit our site at http://www.fibonaccigenius.com


Media Pontianak

Let's Review Different Time Frames We Use As Day Traders

by : Joseph J James

Now that I had my focus on which instruments I wanted to trade, I need to begin the process of looking at price charts. Day traders call them 'candlestick' charts because of the Japanese Candlesticks that are used to show price action.

At first it was fun, opening my charts, seeing the cool colors and playing with the demo trader, but soon I needed to begin searching for a way to use these charts to make a living. I didn't have any experience with the charts and I didn't know whether to use a 1-minute chart or a daily chart, not to mention I really didn't even know what a tick chart was in the first pace. Through trial and error and a lot of reading I stumbled my way through the process of using my charts, and in the process I learned a lot about what works best.

One of the most effective strategies I learned in my experience was using multiple time frames to get a good view of the entire market. This simple strategy required me to utilize multiple charts that covered different time frames, such as daily, minute, tick, and range (my favorite). I then used those different charts to create a 'snapshot' of the market, and I use that to make educated trading decisions. The most important place to start is with your slowest time frame, or as many day traders refer to as the 'anchor chart'. The anchor chart is the slowest chart you have to watch. I like daily, weekly, hourly, and range charts, my favorite being a 34-range as my anchor.

The anchor chart shows you the big picture, the weekly highs and lows, massive head and shoulder reversal patterns, things that you simply won't see on a fast day trader's time frame. You need to know where you are in the big picture so you buy the highs or sell the lows of a larger trading range, and your anchor chart will help you achieve that. With your anchor chart showing you the big picture, now I need to use a chart to look for patterns. This chart should be much faster, and you will be using this chart to enter and exit trades. Some of my favorite faster time frame charts are 4-Range, 13-Range, 89-tick, 144-tick, 3-minute, 5-minute, and more. Notice that many of my choices of chart time frames use Fibonacci numbers as their root.

Keep in mind that there are millions of combinations for a slow and fast time frame chart technique. I've used everything from a daily chart and 10-minute chart all the way down to a 3-minute chart and 89-tick chart. There is never a 'wrong' combination, but there can certainly be the wrong way to use a certain chart combination. Each day trader has a different definition of success, so each case is treated differently. The charts you use will define the type of trader you are, and the amount of risk you will be taking, so this is a very personal decision to be made.

One key thing to remember is that the slower the time frame you use, the fewer, but more 'potent' the support and resistance levels will be so you can expect more opportunity around them. On the flip side, if you use a fast time frame to trade with you will get many more opportunities each day, but each trade will be less effective. It can be difficult to choose the best chart time frame combination, so consider your goals and risk tolerance as a trader and you can conservatively earn profits with any combination you chose.

About the Author: Joseph James is a Professional Day Trader and an extremely hard worker. Joseph is the founder of the James Wave Trading System which has been proven to work in any liquid market. If you need more information on multiple time frames please follow the links below. Be sure to ask about our free 3-week trial. Our blog is a free service that offers live trade calls, market commentary, chart snapshots and video re-caps on a daily basis.




Media Pontianak

Monday, 18 October 2010

Know Your Exit Point Before Opening a New Trade

 By Thomas Long, Course Instructor

Many traders enter into a new trade without a solid exit strategy. Problems arise when the market starts moving and the decision to exit is determined by the emotions of the trader rather than solid analysis. Experienced traders understand this and have an exit strategy mapped out before they get into the trade. This is the best way to keep your emotions out of the decision making process of trading. 

Decisions made by fear and greed are not only inconsistent, but many times seem to lead to an exit at the worst possible moment. A better idea is to determine when you intend to exit before you enter into the trade. This 4-hour chart of the USD/CHF shows a strong downtrend as the market is consistently below the 200-period Simple Moving Average also plotted on the chart. Since the trend is down, we are looking for selling opportunities instead of buys in an attempt to take advantage of that momentum. 

One strategy is entering on the breakouts, which means to sell as the market moves down through a previous low. The thought is that many traders will be selling there which increases the chance of more selling pressure. Many of those same traders will place their protective buy stop above the high before the breakout as noted on the chart. They do this at entry so they are protected from a big move against their trade. This decision is based on technical analysis rather than emotions and that is always a better choice. Many of these same traders will also use a simple 1:2 risk:reward ratio to determine their exit with a profit. If you risk 100 pips on the trade, simply look for 200 pips in profit and set that order at entry also. 

Now you are set with the main decisions a trader makes on each trade, the entry and the exit. In the DailyFX+ Trading Course, we also offer a trade management approach which includes moving the stop to breakeven if/when the market moves halfway to the target. So on a move of 100 pips towards your target, you move your stop to your entry price which means you can breakeven or profit on the trade. That is solid trading and puts you in a position to be consistent in your approach which is by far the best way to realize consistent results.

DailyFX/Media Pontianak

Wednesday, 29 September 2010

Understanding the Basics of the FOREX Market Is Key to Success

by : Ifidon_Irivboje

The FOREX market is a highly enormously rewarding market with an astounding number of investors and traders. The yield for such a market is in trillions of dollars as thousands of businesses and investors are tuned into the market. Unlike the stock market, the FOREX market provides for minimal losses on investment meaning there are control protocols and preventive measures that can be taken to ensure that losses are minimized if possible eliminated. It is essential to mention that in this market where such an enormous amount of money is controlled it would be impossible for a single investor to control a large percentage of the market.

There are several steps involved in the trading process. As a beginning trader however, the fundamental step is to firstly understand how the market works. Not just the terminology of the market but the market itself. This means aspects such as leveraging, percentage losses, calls and puts (as in the global finance bank), currency trends and currency market value have to be properly assimilated.

Also it is essential to mention that the forex market is a relatively difficult one to predict. Sure there are seasons and periods when currency value predictions and assessments are relatively easy, but in the long run the market is somewhat difficult to predict for beginning traders. That is why it is essential to firstly understand from the outset how various currencies lose or gain value and how certain commodities such as gold, oil, silver among others affect the value of chosen currencies.

Lastly the currency market is a highly competitive one with thousands of experienced traders and investors watching the markets 24/7. So in essence, if you want to make a profit in such a market you have to keep watching trends and currency updates.

To find out more about FOREX visit: http://forexsecretsnsuccess.blogspot.com

In any investment understanding the fundamentals is key to success. So why not take a step in the right direction?