UNDER CONSTRUCTION - WEBSITE DALAM PERBAIKAN - TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA

Forex adalah Bisnis yang mengandung RESIKO SANGAT TINGGI, tidak seorangpun yang mampu mengendalikan pergerakan Forex ini "...harga bergerak secara acak tidak akan menjamin seseorang bisa profit secara terus menerus karena Forex adalah PERMAINAN PSIKOLOGI" kata Bill William yang terkenal dengan Chaos Teory-nya.

TRADING ADALAH BISNIS PALING JUJUR, Bisnis mandiri terlepas dari kekurangan dan kelebihannya

Trading Forex di Indonesia masih menjadi bisnis negatif bagi sebagian kalangan masyarakat kita, cap negatif itu masih menghantui dan memberikan sinyal untuk segera meningalkan bisnis ini. Ada Apa Dengan Trading ?

STRATEGY TRADING : INDICATORS VS NAKED TRADING

Dalam melakukan transaksi Forex apa yang sebaiknya kita pakai sebagai acuan dalam trading ? Amati Candlestick anda satu persatu, karena setiap perpindahan candlestick adalah signal buat kita.

Surat Keputusan (SK) No.75/BAPPEBTI/Per/12/2009 tentang Pialang Asing (PMA) di Indonesia.

PT Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI) SEGERA bekerja sama dengan Pialang Berjangka Luar Negeri untuk dapat langsung bertransaksi di Bursa Komoditas kedua di Indonesia ini. Pialang Luar Negeri dapat langsung bertransaksi di Bursa Tanah Air TANPA HARUS memiliki Kantor Perwakilan di Indonesia.

TIPS TRADING : NASEHAT DARI MASTER FOREX DUNIA

“Trading itu tidak sulit. Apa yang sulit adalah disiplin dan komitmen yang diperlukan dalam aktivitas trading" - Michael Miligan. “Tidak ada alasan untuk tawar-menawar lebih delapan poin. Segera saja lakukan pembelian. Begitu juga ketika turun, jika anda berpikir harga akan turun, segera saja lakukan penjualan.” - David Ryan

Ratings and Recommendations by Outbrain

Showing posts with label Peluang Usaha. Show all posts
Showing posts with label Peluang Usaha. Show all posts

Thursday, 26 May 2011

Franchise and License Expo Indonesia 2011

Franchise & License Expo Indonesia 2011 will be held on 14-16 October 2011. Franchise and License Expo Indonesia can be held in Indonesia once or several times within a year, can be in different place or city.
Franchise and license Expo is the ideal place to introduce, launch and expand business opportunities. You can obtain hands on intelligence, learn industry information, digging on the mailing lists, meet with franchise owners face-to-face, learn more about a franchise business opportunity, and attend companies corresponding to be attended by a number of promising franchise.


Here the schedules of Franchise & License Expo held in Indonesia :
  • 28- 30 April 2006
    • Franchise Expo, Potential Product and Investment
    • Location : Tiara Convention Center
  • 1 – 3 December 2006
    • The 4th Year of Franchise & License Expo Indonesia
    • Assembly Hall – Jakarta Convention Center – Senayan
  • 25 – 27 May 2007
    • Franchise & License Expo, in Surabaya
  • 9 – 11 November 2007
    • The 5th Year of Franchise & License Expo Indonesia
    • Assembly Hall – Jakarta Convention Center – Senayan
  • 1 – 3 August 2008
    • Franchise Expo in Surabaya
    • Location : Gramedia Expo Surabaya
  • 12 – 21 September 2008
    • Pekan Raya Peluang Usaha 2008
    • Location : Balai Kartini, Jl. Gatot Subroto Jakarta, Indonesia
  • 24 – 26 October 2008
    • The 6th Year of Franchise & License Expo Indonesia
    • Assembly Hall – Jakarta Convention Center – Senayan
  • 13 – 15 November 2009
    • The 7th Year of Franchise & License Expo Indonesia
    • Assembly Hall – Jakarta Convention Center – Senayan
  • 12 – 14 November 2010
    • The 8th Year of Franchise & License Expo Indonesia
    • Assembly Hall – Jakarta Convention Center – Senayan
  • 14 – 16 October 2011
    • The 9th Year of Franchise & License Expo Indonesia
    • Assembly Hall – Jakarta Convention Center – Senayan
    • Official News : See Here
Franchise and License Expo is expected to attract over 15000 potential entrepreneurs wishing to start their own business franchise. This place will undoubtedly be the ultimate zone to expose and develop your business opportunities.

Tuesday, 5 April 2011

Menyelami Potensi Keuntungan Fotografer Bawah Laut

Memotret keindahan bawah laut bisa gampang-gampang susah. Fotografer harus tahu karakter dan habitat ikan. Belum lagi kalau foto dilakukan dengan model. Persiapannya harus matang. Profesi yang belum banyak dijalani ini bisa menghasilkan ratusan juta rupiah dalam sekali proyek saja.

Sebagai sebuah negara kepulauan yang dikelilingi beribu pulau, Indonesia memiliki potensi wisata laut yang sangat menjanjikan. Untuk memaksimalkan potensi tersebut perlu keterlibatan semua pihak. Salah satu pihak yang memegang peranan penting adalah fotografer bawah air.

Jasa profesional di bidang ini dibutuhkan dalam mengumpulkan foto-foto dan kondisi bawah perairan di Indonesia. Salah satu fotografer bawah air yang sudah malang melintang di profesi ini adalah Cipto Aji Gunawan. Memulai profesi ini sejak tahun 1995, Cipto telah menjelajahi dan mengeksplorasi hampir seluruh perairan Indonesia.

Fotografer harus mempelajari dengan seksama tingkah laku objek foto yang akan diambil. Kadang tidak mudah mencari seekor ikan tertentu apabila tidak mengenal habitatnya. Akan lebih sulit lagi mendapatkan foto yang baik apabila tidak mengenal karakter ikan yang ingin kita potret. Bahkan di beberapa kasus bisa berbahaya.

Fotografer bawah air harus mempelajari pergerakan penyelam dan ikan-ikan apabila ingin mendapatkan posisi yang tepat dalam pengambilan foto wide atau luas. "Di darat mudah untuk mengarahkan si model, tapi di bawah air hal ini menjadi kendala tersendiri karena harus berinteraksi dengan model hanya mengandalkan isyarat tangan," ujar pria berusia 41 tahun tersebut.

Pemotretan model di laut dengan kedalaman lebih dari dua meter tanpa menggunakan peralatan selam memerlukan ketrampilan khusus. Hal ini disebabkan meningkatnya risiko bagi si model, terutama risiko air masuk ke paru-paru atau bahkan pecahnya paru-paru. Keduanya bisa menimbulkan kematian.

Persiapan pemotretan jenis ini harus direncanakan secara teliti termasuk melatih model untuk berinteraksi dengan penyelam profesional pendukung dan fotografer. Fotografer hanya memiliki waktu yang sangat sempit untuk mengambil gambar.

Menurut Cipto, profesi ini sudah jauh lebih mudah ditekuni karena kemajuan teknologi kamera saat ini. Dulu, ketika pertama kali terjun di profesi ini, ia harus menyediakan tiga kamera karena satu kamera pada waktu itu tidak bisa gonta-ganti lensa. "Sekarang cukup dengan satu kamera tidak perlu naik ke permukaan," ujarnya. Cipto mengatakan menekuni profesi ini dulu sangat mahal karena mahalnya peralatan.

Di bawah PT Pranafira Nusantara, Cipto melayani empat hingga lima proyek per tahun. Harga satu proyek berkisar Rp 50 juta sampai Rp 200 juta. Satu proyek biasanya berupa pembuatan buku dan album foto yang juga berisi data-data kondisi bawah air.

Kliennya berasal dari instansi pemerintah semisal kementerian kebudayaan dan pariwisata dan kementerian kelautan dan perikanan, industri penyelaman, dan agensi periklanan. Cipto mengungkapkan profesi ini masih sangat menjanjikan. Kebutuhan informasi bawah laut Indonesia membuat permintaan foto bawah laut selalu tinggi. Cipto mengaku hanya sedikit orang yang menekuni secara penuh waktu.

Thursday, 31 March 2011

Mbak Rujak versus Tukang Bakso

Beberapa waktu lalu, saya mengikuti kelas dari tiga trai­ner yang mengajarkan tentang entrepreneurship. Yang pertama Pak Anton. Intonasi bicaranya sedang-sedang saja, pelan tidak, kencang pun tidak, tapi meyakinkan. Ke­­dua Pak Darma, dengan gaya bicara yang agak, maaf terdengar cadel, tetapi lucunya bukan main. Ter­akhir adalah Pak Agung, de­­ngan vokal sedikit cepat, dan selalu tak lepas dari kata “Sau­­dara” pada setiap akhir kalimatnya.
 
Mereka bertiga perpaduan yang enak dan tidak membuat ngantuk ketika mengikuti trai­ning-nya. Namun ada satu lagi yang mempersamakan ketiga trainer ini: penuh semangat. Se­­tiap kalimatnya seperti me­­mom­pakan energi dan vitalitas  baru. 

Moga-moga saya tidak berlebihan ketika mendeskripsikan ini, tetapi itulah kesan saya. Dan alumni training yang dibawakan ketiga orang ini, memang tidak sembarangan: para entrepreneur.
Teman saya meledek ketika tahu saya ikut pelatihan macam ini. “Mau jadi pengusaha ya?” katanya. Aha, amien, jawab saya. Selain ditugaskan kantor untuk mengikuti training tersebut bersama tim redaksi, pelatihan macam ini memang menjadi keinginan saya sejak lama.

Tentu, training semacam itu, selain men-charge kembali ba­­terai yang nyaris kosong karena dipakai melulu setiap hari, ada saja “ilmu baru” yang inspiring dan mencerahkan.
Apalagi sesekali sempat disinggung, perlunya negeri ini dikelola dengan gaya entrepreneurship pula jika tidak ingin semakin tenggelam oleh hiruk pikuk persaingan global.
*** 

Lantas pernahkah Anda membayangkan dampak multiplier sebuah bisnis terhadap lingkungan sekitarnya? Ternyata tidak main-main.

Ambil contoh Wis­ma BCA yang lama di jalan Su­­dirman. Anda tentu tahu, ketika bank tersebut masih berkantor di kawasan itu sebelum berpindah di kawasan Bundaran Indo­­nesia, terdapat sebuah restoran chinese food yang selalu ramai. Di kawasan itu juga terdapat kelab eksekutif yang bergengsi. 

Saya kaget ketika mendengar kelab tersebut saat ini sudah tidak begitu aktif lagi, bahkan restoran chinese food-nya begitu sepi. Ada tukang bakso yang sebelumnya dapat menjual 200 mangkuk bakso setiap hari, juga kehilangan banyak pelanggan. 

Yang menarik adalah tukang rujak. Berbeda dengan tukang bakso yang pasrah saja ketika para pelanggannya berpindah ke kantor baru, si tukang rujak yang disapa Mbak Rujak oleh pelanggannya, lebih proaktif memanfaatkan informasi yang dimilikinya seputar rencana pindah kantor karyawan yang menjadi pelanggannya sejak beberapa tahun silam.

Mbak Rujak mencoba mencari tempat baru di sekitar lokasi baru “klien”-nya. Dia berani melawan ketidakpastian yang baru. Maka, ketika para pelanggan boyongan, Mbak Rujak pun ikut boyongan ke seputar Bundaran Hotel Indonesia.

Hasilnya, Mbak Rujak tetap mendapatkan pelanggan lama sekaligus pelanggan baru, sekalipun harus berjuang susah ketika baru pindah.

Mbak Rujak kembali mendapatkan konsumennya, yang merindukan rujak buah segarnya. Ia terkenal karena rujaknya yang khas, buahnya selalu baru, tidak ada buah kemarin, atau buah kulkas yang dijual untuk campuran rujak buahnya.

Mbak Rujak tak seperti tukang bakso yang pasif. Mbak Rujak bahkan mengalahkan restoran chinese food yang terpaksa tutup gara-gara ditinggal pergi pelanggannya. 

Bahkan Mbak rujak kini menjalankan model bisnis yang baru, melayani pesanan via telepon dan networking dengan para satpam. Bisnisnya pun semakin berkembang, meski kelas kaki lima.

Saya senang dengan kisah Mbak Rujak ini, karena menggarisbawahi pentingnya mengetahui informasi dan bagaimana memanfaatkannya untuk keperluan kewirausahaan.
Ini sekaligus menekankan betapa akses informasi saja tak cukup tanpa kejelian membaca peluang dan ancaman, sekaligus mengantisipasi dengan langkah dan keputusan yang tepat.
Mbak Rujak telah mengambil keputusan bisnis yang tepat disertai inovasi baru dalam menjalankan usahanya. Mbak Rujak boleh dibilang telah menjadi entrepreneur sejati.
*** 

Ketika saya mencoba berbagi kisah sederhana dan barangkali menurut Anda sangat remeh ini, tentu bukan tanpa sebab. Ini berkaitan dengan urusan di sekitar kita, dan langsung atau tidak, saya kira berhubungan dengan Anda.
Apalagi hal ini berkaitan dengan sumberdaya terpenting negeri ini: sumberdaya manusia, yang belum terkelola secara optimal sebagai soko guru perekonomian yang sebenarnya.

Cobalah tengok sedikit angka statistik. Indonesia punya sedikitnya 36 juta kelompok umur produktif yang berusia 15-30 tahun. Jika digambar dengan piramida, maka populasi penduduk Indonesia menggembung di tengah.
Sebab ada lebih dari 30 juta populasi usia produktif, yang menyandang status kelas pekerja dan kelas menengah baru di Indonesia.

Ada beberapa cara membaca potret demografi ini. 

Bagi ekonom Chatib Basri atau pengusaha Chairul Tanjung, yang bermimpi Indonesia menjadi perekonomian nomor lima terbesar di dunia pada 2030, ini adalah bonus demografi. 

Pasalnya, populasi ini akan memompa daya beli yang besar dan menjadi mesin penggerak bagi percepatan pertumbuhan ekonomi pada tahun-tahun mendatang. Tentu, itu dengan catatan jika kelas piramida di tengah ini memiliki pekerjaan.

Namun, masalahnya adalah, bagaimana seandainya kelompok usia 15-30 tahun ini tidak memiliki pekerjaan? Ahh mana mungkin, kan ekonomi Indonesia tumbuh 6% per tahun. Begitu kira-kira argumen Anda.

Baiklah, taruh saja ekonomi Indonesia tumbuh 6% per tahun, angka rasio serapan terhadap angkatan kerja, yang biasa dipakai untuk mengkonversikan pertumbuhan dengan penyediaan lapangan kerja, adalah 400.000. Artinya, setiap 1% pertumbuhan ekonomi menghasilkan 400.000 lapangan kerja baru. 

Apakah angka itu mencukupi untuk menyerap lulusan sekolah dan perguruan tinggi?

Banyak sekali variasi rasio soal ini, dan sejauh ini tidak ada ahli yang mampu menghitung secara eksak rasio tersebut pasca krisis 1997-1998 silam. 

Ada yang menyebutkan, lebih dari 1,5 juta lulusan sekolah dan universitas setiap tahun tidak tertampung di tempat kerja. Data Badan Pusat Statistik tahun lalu menyebutkan, terdapat sekitar 7% atau lebih dari 8 juta pencari kerja saat ini menganggur.

Lalu menurut data kementrian tenaga kerja, di berbagai daerah kini terdaftar 4,12 juta pencari kerja, dengan lowongan kerja tersedia hanya 2,38 juta orang. 

Anehnya, dari jumlah lowongan itu, hanya dapat terisi 1,62 juta orang atau sekitar 70% saja. Dan lebih repot lagi,  dari total 116,5 juta angkatan kerja, sekitar 51% adalah lulusan sekolah dasar.

Buat saya, gambaran itu sungguh menyedihkan. Di tengah besarnya pengangguran, lowongan kerja pun ternyata tidak dapat dipenuhi oleh tenaga kerja yang kompeten. 

Bukan semata persoalan kompetensi, syarat kesehatan pun juga menjadi masalah. Pusat studi bursa kerja UGM pernah melaporkan, 57% lulusan sarjana pencari kerja tak lulus karena masalah kesehatan!
Ini semakin memprihatinkan.

Maka, buat saya, soal sumberdaya manusia menjadi isu sangat serius. Saya kok jadi khawatir, di luar kompetensi teknis dan keilmuan, jangan-jangan jika kita melongok lebih jauh ke isu softskill akan jauh lebih serius lagi. Moga-moga tidak.

Tetapi hgambaran itu pun sekali lagi membuktikan, terdapat jurang yang lebar antara permintaan di pasar kerja dan kesiapan tenaga kerja yang tersedia. Malang benar.
***
Saya percaya, persoalan ini bukan semata-mata problem pendidikan formal dan kemiskinan atau kesehatan, tetapi juga problem pendidikan di dalam keluarga.

Apalagi ada gambaran lain yang perlu dicermati. Tahukah Anda, saat ini terdapat lebih dari 6 juta tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di luar negeri, di mana dua pertiga di antara mereka adalah wanita?

Antonius Tanan-lah, yang menyitir angka ini, yang pernah memberikan pelatihan entrepreneurship kepada para tenaga kerja wanita. 

Coba hitung, jika duapertiga dari tenaga kerja wanita itu sudah berkeluarga, dan dua pertiganya meninggalkan anak-anak di kampung halaman tanpa ibunya.

Artinya, jutaan anak di Indonesia adalah motherless children, yang tidak mendapatkan sentuhan kasih ibu tetapi juga didikan langsung yang layak dari orang terdekat yang melahirkannya.

Satu ilustrasi adalah Filipina. Banyak tenaga kerja dari Filipina yang bekerja di luar negeri, kini anak-anak mereka mengalami degradasi kemampuan berbahasa Inggris, karena tidak mendapatkan transfer ilmu langsung dari Ibunya.

Jadi, jika potret keluarga Filipina itu menjadi benchmark keluarga TKI kita, bagaimana profil sumberdaya manusia Indonesia satu dua dekade ke depan?

Ini sungguh memerlukan antisipasi yang serius. Gaya antisipasi Mbak Rujak barangkali bisa dicontoh. Jangan sampai meniru sikap pasrah tukang Bakso. 

Jika tidak, bukannya populasi gemuk di tengah yang produktif bisa menjadi bonus demografi, salah-salah malah bisa berbalik menjadi bencana demografi. (arief.budisusilo@bisnis.co.id)

Oleh Arif Budisusilo, Wartawan Bisnis Indonesia

Wednesday, 30 March 2011

Menyulap Kertas Koran Menjadi Suvenir Berkelas

Koran bekas sering kali dibiarkan menumpuk begitu saja di sudut rumah atau bahkan menjadi sampah. Paling-paling juga koran bekas berakhir di tukang loak dan hasilnya sebagai penambah uang belanja dapur. Namun, di tangan orang kreatif, kertas koran bekas dapat disulap menjadi berbagai kerajinan menarik dengan harga jual yang tinggi. Tak percaya?

Anda punya banyak koran bekas di rumah? Barangkali Anda bisa mengelola koran bekas itu seperti Yunnash. Pria asal Yogyakarta ini berhasil mengelola sampah dari kertas koran menjadi produk yang bermanfaat.

Di tahun 2009, Yunnash gemas melihat tumpukan koran bekas yang terus bertambah di rumahnya. Menjual ke tukang loak memang bisa menjadi pilihan yang gampang. Namun, Yunnash tak melakukan itu lantaran terbersit ide untuk memanfaatkan limbah koran. "Ide yang terlintas adalah membuat tas," ujarnya.

Banyaknya pujian atas tas bikinannya membuncahkan niat Yunnash untuk mengomersialkan tas dari limbah koran. Tentu saja, karena akan dijual, Yunnash harus meningkatkan kualitas tas hasil karyanya itu. Ia pun lantas memutar otak agar bisa menghasilkan tas berbahan koran bekas yang kuat dan tahan air.

Lewat berbagai eksperimen, Yunnash akhirnya dapat membuat tas koran yang kuat sekaligus tahan air. Tidak hanya aneka model tas, Yunnash juga mampu menghasilkan sandal, kotak tisu hingga tempat pensil yang bahan bakunya 100% dari kertas koran.

Tata cara membikin tas koran yang kuat, tahan air dan awet sejatinya tak ribet. Pertama,memilih kertas koran bekas dengan kualitas baik. Ini bisa dilihat tinta yang tak mudah luntur di tangan. Yunnash memakai kertas koran berwarna untuk menghasilkan tas.

Setelah mendapatkan kertas koran yang ideal, tahap kedua adalah memotong-motong koran bekas itu. Idealnya, selembar kertas koran dipotong maksimal menjadi enam. Langkah ketiga adalah menggulung kertas-kertas koran yang telah dipotong itu. Ada baiknya, saat menggulung kertas jangan tebal-tebal agar hasil gulungan kertas koran tersebut mudah dianyam.

Setelah selesai digulung menjadi lintingan, proses selanjutnya dipipihkan lalu dicat sesuai dengan keinginan. Yunnash menggunakan cat nontoxic yang transparan agar warna kertas koran yang berwarna itu menonjol. "Setelah itu, baru dijahit atau dianyam mengikuti pola," papar Yunnash.

Kerajinan lain yang bisa tercipta dari koran bekas sangat banyak. Burhan Gatot misalnya. Pemilik Dipik Cratt ini mampu memproduksi 30 jenis suvenir dari limbah koran. Antara lain asbak, tempat tisu, hingga wayang. Dari berbagai hasil kreasinya itu, produk andalan Burhan adalah wayang.

Ada dua jenis wayang yang dibuat Burhan. Paket pertama adalah tokoh wayang seperti Bima, Arjuna, Gatot Kaca, dan Srikandi. Paket kedua adalah tokoh wayang yang tengah bercerita, misalnya cerita seri tentang wayang Petruk Dadi Ratu.

Proses pembuatan wayang lebih rumit ketimbang kertas karena membutuhkan keahlian khusus. "Komposisi harus pas antara tangan, kaki dan badan," katanya. Untuk mendapatkan badan, kaki dan tangan kertas koran terlebih dahulu harus dilinting, kemudian baru dilem, lantas wayang diwarnai dengan cat.

Lantaran berbahan baku koran, kedua pengrajin koran ini harus berbelanja koran bekas saban hari. Yunnash tak bisa mengandalkan pemberian limbah koran dari rumah sendiri lantaran tak cukup karena ia membutuhkan 50 kg per bulan.

Burhan memilih donasi limbah koran dari tetangga dan kawan-kawanya. Saat kekurangan, ia membeli koran bekas dari tukang loak seharga Rp 2.000 per kilo. Untuk membikin wayang, Burhan cukup irit bahan, yakni hanya memerlukan dua kertas koran saja.

Saat ini, kerajinan dari kertas koran memang banyak diminati. Bahkan Yunnas harus menambah kapasitas produksinya untuk memenuhi pesanan. Setiap bulan, ia mampu menjual ratusan jenis kerajinan kertas koran.

Ia misalnya, sanggup menjual 100 unit tas sebulan seharga antara Rp 45.000 sampai Rp 75.000 per unit. Dia juga menjual sekitar 300 pasang sandal seharga Rp 20.000 per pasang, sementara kotak tisu seharga Rp 25.000 laku sebanyak 30 buah. "Tren go green membuat barang daur ulang banyak permintaan," ujar Yunnash yang produknya terjual sampai Padang, Medan, Balikpapan dan Makasar.

Dari wayang koran yang dijual mulai Rp 15.000 untuk ukuran 10X10 dengan tinggi 20 cm dan Rp 200.000 untuk ukuran lebih besar yakni 25X15 cm dan tinggi 30 cm, Burhan bisa menjual 500 hingga 1.000 wayang. Omzet bulannya berkisar antara Rp 10 juta hingga Rp 20 juta saban bulan.

Meski berasal dari koran bekas, baik Yunnash maupun Burhan bilang kalau hasil kerajinan mereka terbilang awet asalkan disimpan di tempat kering.

Tuesday, 29 March 2011

Yuk, Budidaya Lele yang Murah Meriah

Jakarta - Pekarangan rumah luas dan Anda suka budidaya ikan? Ada baiknya Anda melirik budidaya lele ini. Budidaya lele ini ternyata tak melulu 'jorok' karena sudah bisa dikembangkan sistem budidaya yang lebih murah, bersih dan menjanjikan dengan suplemen organik sehingga bisa maksimal hasilnya.

Bisnis budidaya ikan lele ini pun tampaknya akan selalu menguntungkan. Hal ini karena semakin meningkatnya kesadaran masyarakat akan ikan sebagai sumber protein yang tinggi dengan harga yang terjangkau. Ikan menjadi alternatif mengingat harga daging yang makin hari makin mahal.

Ikan lele sendiri memiliki nilai gizi yang mumpuni disamping dagingnya yang gurih. Lele mengandung protein yang tinggi dan zat penguat tulang (kalsium) yang baik untuk makanan anak balita. Selain itu lele juga mengandung mineral lain yang penting pula untuk kesehatan tubuh.

Dengan fakta-fakta itu, maka pada akhirnya ikan lele dapat dijadikan peluang usaha yang menarik. Mengingat selama ini budidaya ikan lele selalu terkesan 'jorok', kini budidaya ikan air tawar tersebut sudah berkembang menjadi lebih murah, bersih, dan menjanjikan.

"Sekarang untuk budidaya ikan lele, kita sudah ada suplemen organik yang dapat membantu budidaya lele lebih maksimal. Karena suplemen organik ini memiliki fungsi sebagai penjaga kualitas air, menignkatkan percepatan pembesaran bibit lele jika dicampur dengan pakannya, dan mengurangi tingkat mortalitas dari bibit lele," jelas Deden A.S, sebagai salah seorang pembudidaya lele yang ditemui detikFinance, Minggu (21/11/2010).

Deden, yang memulai budidaya lele ini sejak tahun 2006, diawali hanya iseng-iseng di pekarangan rumahnya dengan membuat kolam dari terpal sebesar 3x3x1 meter yang diisi air setinggi 7O cm. Dengan pola budidaya intensif, kolam tersebut dapat menampung jumlah tanam bibit ikan lele sebanyak kurang lebih 1800-2000 yang masing-masing bibit tersebut berukuran 10-12 cm.

"Setelah membuat kolam dan menaruh bibit lele tadi, kemudian memberi pakan dan suplemen organik dengan waktu teratur, selama 45 hari saya bisa memanen lele tersebut dengan jumlah berat sebesar 200 Kg - 250 Kg untuk jumlah maksimalnya," ujar Deden.

Bagi anda yang tertarik mencoba membudidayakan ikan lele ini, Deden memberi asumsi perhitungan yang sederhana. Dimulai dengan membuat kolam dari terpal dengan ukuran 3x3x1 meter yang tentunya memerlukan biaya yang tidak begitu mahal ketimbang membuat kolam dari semen atau kolam gali.

"Masalah perhitungan harga pembuatan kolam dari terpal, tentu semua orang akan tahu berapa biaya yang dibutuhkan. Karena terpal sendiri permeternya murah," jelas Deden.

Kemudian, Deden memberikan asumsi biaya pembelian bibit lele dengan harga Rp 300 per ekor. Jika untuk kolam 3x3x1 meter dapat menampung bibit kurang lebih 2000 ekor, maka kita hanya perlu mengeluarkan kocek sebesar Rp 600.000 (Rp 300 x 2000 ekor).

Mengingat  lama pembesaran membutuhkan waktu selama 45 hari, maka kebutuhan pakan yang dibutuhkan adalah sejumlah 90 Kg (2 Kg perhari). Nantinya, Biaya yang dibutuhkan adalah sebesar Rp 660.000, dengan harga pakannya perkarung adalah Rp 220.000 seberat 30 Kg.

Adapun, pembelian kebutuhan suplemen organik adalah Rp 180.000 untuk 4 botol selama 45 hari pembesaran bibit. Empat botol tersebut akan difungsikan untuk pemaksimalan kualitas air dan bibit lele.

Pada akhirnya, total biaya yang dibutuhkan adalah kurang lebih Rp 1440000.

Berikut adalah ringkasan dari modal yang dibutuhkan perkolamnya adalah:


  • Harga Bibit Lele : Rp 300 x 2000 ekor = Rp 600.000
  • Harga  Pakan : Rp 220.000 x 3 karung = Rp 660.000
  • Harga Suplemen Organik: Rp 45000 x 4 botol = Rp 180.000
  • Total Biaya Produksi: Rp 1.440.000

Melalui asumsi modal tersebut dari Deden, maka keuntungan yang bisa didapat dari satu buah kolam dengan target panen 2.000 bibit adalah 200 Kg - 250 Kg.

Deden menjelaskan, bahwa harga eceran yang bisa diraih adalah senilai Rp 15.000 perkilonya. Sedangkan untuk harga yang dijual ke pasar, dapat diraih sebesar Rp 12000 perkilonya.

Sehingga, lanjut deden, jika diambil dari asumsi harga terendahnya, maka keuntungan yang bisa diambil adalah Rp 960.000 untuk satu kolam. Jumlah tersebut diambil dari penjualan lele sebanyak 200 Kg x Rp 12.000 yang berjumlah Rp 2400.000 dikurangi biaya produksi yang berjumlah Rp 1.440.000.

"Jika panen yang kita hasilkan maksimal, kita dapat mencapai berat sejumlah 250 Kg. Keuntungan yang bisa diambil dari selisih total penjualan dan biaya produksi adalah sebesar Rp 1.560.000 perkolamnya," tegas Deden.

Dari penjualan lele tadi saja, jelas Deden, itu sudah merupakan peluang usaha yang menarik di samping aktivitas kesibukan sehari-hari. Karena biaya yang dibutuhkan tidak membutuhkan nilai investasi yang tinggi.

"Dari sisi waktu tidak begitu lama, malah simple dan sederhana. Yang penting disiplin saja dalam jadwal pemberian pakan dan suplemen organiknya.'' kata Deden.

Berbicara mengenai peluang yang lebih luas lagi. Hasil dari lele tersebut, dapat dijadikan berbagai macam peluang usaha lainnya yang lebih menarik tentunya.

Selain yang sudah kita ketahui, lele dapat dijadikan menu makanan pecel lele. Namun di sisi lain, hasil dari olahan daging ikan lele dapat dijadikan berbagai macam hasil. Misalnya, daging lele dapat dijadikan nugget lele, abon lele, lele asap, bakso lele, dan bahkan dapat dijadikan filet lele. Mengingat kebutuhan filet lele untuk ekspor sangat tinggi.

"Atau mungkin kita dapat mengembangkan dari hasil ikan lele tersebut menjadi olahan-olahan penganan menurut ide dan kreativitas kita yang memiliki nilai jual tinggi," ucap Deden.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai budidaya intensif ikan lele, anda dapat menghubungi Departemen Perikanan, atau para pelaku usaha ikan lele seperti Deden A.S ini.

www.detikfinance.com (qom/qom)

Wednesday, 27 October 2010

Lakukan Investasi, Maka Anda Kaya

by : Taufik Gumulya - detikFinance

Kita semua mengetahui bahwa aset adalah suatu yang sangat berharga dan manusia merupakan aset yang paling sangat berharga karena merupakan anugrah dari Tuhan Sang Pencipta. Jika dipilah, maka ada bermacam macam aset di muka bumi ini, namun yang dibahas disini hanya terbatas pada aset yang berhubungan dengan perencanaan keuangan utamanya aset finansial saja.

Berbicara mengenai penambahan aset, alangkah bijak jika kita melakukan evaluasi terhadap kekayaan (aset) bersih yang kita miliki. Aset atau kekayaan bersih adalah selisih dari total kekayaan atau harta yang anda miliki dikurangi oleh seluruh utang yang ada.

Secara matematis dapat ditulis sebagai berikut:
H (Harta) - U (Utang) = KB (Kekayaan Bersih)

Lalu apa yang dimaksud dengan kekayaan alias harta itu?, adalah segala sesuatu materi yang anda miliki dan memiliki nilai jual (secara ekonomis), misalkan:

1. Saldo pada Bank (tabungan, deposito & giro);
2. Nilai pasar atas aset investasi (obligasi, reksa dana & saham);
3. Nilai pasar perhiasan emas murni (logam mulia);
4. Nilai tunai asuransi jiwa;
5. Nilai pasar property anda (perhitungannya adalah harga realisasi penjualan property sekelas dan terdekat + nilai jual objek pajak dibagi dengan 2);
6. Nilai pasar kendaraan (mobil, motor);
7. Nilai pasar peralatan rumah tangga (peralatan dapur, elektronik, dll);
8. Nilai pasar perabotan rumah (furniture), nilai barang pribadi, dll.


Kemudian apa yang dimaksud dengan utang?, adalah seluruh sisa pinjaman (pokok dan bunga) yang anda miliki (ingat pinjaman bukan penyertaan modal investasi dari pihak lain kepada anda), misalkan:

1. Utang jangka pendek (maksimal 1 tahun);
2. Jangka menengah diatas 1 tahun hingga 5 tahun;
3. Utang jangka panjang diatas 5 tahun.


Pertanyaan berikut adalah bagaimana cara meningkatkan aset tersebut?, lakukanlah investasi, berikut adalah langkah-langkahnya:

1. Lakukan investasi dengan jumlah minimal 10% dari pendapatan anda;

2. Tentukan sasaran (target) investasi tersebut, misal untuk dana pendidikan anak saat masuk universitas atau untuk persiapan membeli rumah baru atau mungkin untuk berlibur dengan keluarga?, dll.;

3. Tentukan waktu yang tersedia, berdasarkan poin 2 didapat waktu yang tersedia, misal untuk dana pendidikan tersedia 10 tahun (bagi orang tua yang memiliki anak dengan usia 8 tahun), dana untuk membeli rumah direncanakan 5 tahun dari sekarang dan untuk dana berlibur dibutuhkan waktu (misalnya) 9 bulan dari sekarang;

4. Tentukan instrumen investasi anda berdasarkan waktu yang tersedia, bentuklah portfolio investasi pribadi anda, misal sebagai berikut:

a.Waktu tersedia kurang dari 1 tahun, Reksa Dana Pasar Uang (RDPU) dengan kombinasi pada deposito;

b.Waktu tersedia antara 1 – 3 tahun, Reksa Dana Pendapatan Tetap (RDPT)dikombinasi dengan Reksa Dana Campuran (RDC);

c.Waktu tersedia antara 3 – 5 tahun, Reksa Dana Campuran (RDC) dengan kombinasi Reksa Dana Saham (RDS) serta jika memungkinkan (tergantung besar aset tunai anda) dapat ditambah dengan sedikit dikombinasi pada pembelian dan penjualan saham (trading) di bursa efek;

d.Diatas 5 tahun, Reksa Dana Saham (RDS) sebagian besar, dengan kombinasi investasi pada trading saham (sebagian kecil);

e.Catatan tambahan untuk poin ‘c’ dan ‘d’ sangat dianjurkan hanya bagi mereka yang telah memiliki aset tunai bersifat likuid berupa dana darurat yang telah mencapai 6 hingga 12 kali rata-rata pengeluaran per bulannya;

5. Lakukan proteksi atas aset finansial anda dengan membeli asuransi jiwa melalui produk tradisional dengan jenis YRT (Yearly Renewable Term) yakni produk yang hanya memberikan uang pertanggungan tanpa ada unsur investasi ataupun tabungan. Mengapa jenis ini?, karena memiliki uang pertanggungan yang besar dengan premi yang minimal, sedangkan asuransi yang dikombinasikan dengan investasi (unit link) terbukti biaya di 5 tahun pertama adalah sangat mahal.

6.Lakukan monitoring terhadap butir 4 diatas, lihat perkembangan dana investasi versus target minimal yang harus tercapai.

Setelah langkah untuk meningkatkan aset melalui investasi dilakukan, maka langkah selanjutnya adalah kembali melakukan evaluasi secara berkala terhadap kekayaan bersih anda, berikut adalah formulasi Rasio Ideal Kekayaan Bersih (minimal , secara matematis:

Us (Usia) X PT (Pendapatan Tahunan) / 10 > = 3,5 PT (Pedapatan Tahunan)
Jadi setelah anda melakukan investasi silahkan evaluasi (berkala tahunan), apakah:

* KB (Kekayaan Bersih) anda sudah berada > = 3,5 PT atau
* KB (Kekayaan Bersih) anda sudah berada < = 3,5 PT 

Untuk jelasnya lihat tabel contoh dibawah ini, dua orang pekerja dengan jabatan yang berbeda: 
Uraian                                                           Direktur               Karyawan 
Usia (tahun)                                                   35                        35 
Pendapatan/Bulan (Rata-rata)                        Rp 35.000.000     Rp 2.500.000 
Pendapatan/Tahun                                         Rp 420.000.000   Rp 30.000.000 
Kekayaan Bersih                                           Rp 850.000.000   Rp 125.000.000 

Penjelasan /Analisa : Total kekayaan bersih sang Direktur Rp 850 juta, kekayaan bersih sang Karyawan hanya sebesar Rp 125 juta, namun ternyata sang Karyawan lebih kaya dari sang Direktur, ini disebabkan karena: 
Rasio Kekayaan Bersih                                         Direktur                         Karyawan 
Rasio Ideal Kekayaan Bersih                                 2,02                                4,17 
Rasio Ideal Kekayaan Bersih (minimal)                 3,50                                  3,50 

Jadi ternyata sang Direktur tidak lebih kaya dari sang Karyawan karena Rasio Kekayaan Bersih Direktur hanya 2,02 (mungkin memiliki utang yang besar disertai dengan gaya hidup yang mewah), sedangkan sang Karyawan memiliki Rasio Kekayaan Bersih yang lebih baik dari standar minimum yaitu sebesar 4,17. 

Jangan menyalahkan diri anda jika rasio belum tercapai, ini adalah merupakan langkah awal untuk melakukan perencanaan keuangan, usahakan rasio minimal sebesar 3,50 dapat tercapai sejalan dengan perkembangan waktu.

Jika ingin menjadi kaya secara finansial ada pesan yang pertama yaitu "Lakukanlah Investasi maka Anda Menjadi Kaya", jangan berpikir terbalik "Lakukan Investasi Jika Telah Kaya!'. Pesan sederhana ini silahkan dicoba karena sejauh yang kami ketahui orang terkaya didunia melakukan pesan yang pertama, selamat mencoba. 


Taufik Gumulya, CFP® , Perencana Keuangan pada TGRM Financial Planning Services (qom/qom) 

Media Pontianak

Thursday, 30 September 2010

Forex Trading

Saat kita online dan berpikir untuk melakukan bisnis dunia maya tentunya bertanya tanya dalam hati Small Business apa yang mendunia saat ini dan paling menarik untuk di pelajari, menghasilkan uang di paruh waktu senggang kita tanpa keahlian mengolah sebuah website atau memiliki produk produk digital atau konvensional layaknya sebuah toko online.

Bagi sebagian orang Forex Trading tentulah tidak aneh jika mereka jatuh bangun dalam ber-transaksi forex yang di buka selama 24 jam ini diawali dengan masuknya transaksi Market Sydey, Tokyo kemudian masuk Market London dan berakhir pada Market Amerika  demikian seterusnya berputar selama 24 jam sehari dan 5 hari dalam 1 minggu.

Small Business dengan modal terkecil di dunia $1 saja :-) kedengarannya tidak masuk akal namun demikian kenyataannya tapi sangat keterlaluan jika anda benar benar memulainya dengan modal $1 itu hahahah ...

Trending Forex Trading semakin hari semakin diterima masyarakat kita sebagai sebuah harapan untuk mengumpulkan dollar dari bisnis online ini, seiring semakin gencarnya pialang pialang luar negeri menggempur masyarakat kita dengan segala promosinya untuk melakukan transaksi di tempat mereka dengan melakukan pe-rekrut-an sebagian member mereka sebagai introducer broker  (IB)di perusahaannya. Berbeda jauh dengan pialang pialang lokal Indonesia yang tidak pernah mempromosikan perusahaannya secara terbuka kecuali dengan menerjunkan marketing marketing jagoan mereka untuk mendatangi langsung calon calon investor kerumahnya ataupun ke kantor.

Image negatif pun bermunculan seputar transaksi forex ini, untung dan rugi dibesar besarkan, image negatifnya tak lepas dari kontroversi halal haram small business forex trading ini.





masterforex.org


Kabar baiknya kini di Pontianak telah hadir salah satu perwakilan perusahaan pialang dari luar negeri (Rusia) satu satunya penyelengara Forex Trading Mini yang berani membukakan kantor untuk Introducer Broker mereka. Master Forex di Komp. Mega Mall B-23 Jl. A. Yani - Pontianak yang kini semakin ramai di kunjungi calon calon investor Pontianak dan sekitarnya untuk sekedar bertanya atau mengikuti pelatihan forex yang diselenggarakan mereka secara berkala dan memberikan bimbingan terus menerus kepada member pelatihan mereka.

Sudah siapkah anda dengan Forex Trading yang semakin inovatif melayani investornya saat ini ? sebelum memulai transaksi Forex ini persiapkan diri anda sebaik mungkin.


Redaksi/MediaPontianak


Tuesday, 28 September 2010

Prospek Usaha Gorengan di Pontianak

Siapa yang tidak suka makan gorengan ? makanan ringan satu ini tidak asing di lidah kita, disaat musim dingin atau hujan pikiran kita langsung tergoda nikmatnya pisang goreng, bakwan, pastel, tempe atau tahu "bunting" yang dipadukan dengan secangkir kopi atau teh panas, dari balita sampai orang dewasa terkadang "merengek rengek" minta dibelikan gorengan jika hari sudah menjelang sore :))

Dalam hal usahapun dapat dipastikan para pengusaha gorengan ini meraup untung yang tidak kecil, terbukti setiap hari menjelang sore di sepanjang jalan HRA. Rahman - sui jawi - Pontianak para pedagang gorengan ini dijejali pengunjung untuk membeli gorengan mereka, jalanan bisa macet hanya karena ulah pembeli gorengan ini yang memarkir sembarangan kendaraan mereka ! tak kalah mengejutkan jika ada beberapa pedagang gorengan tersebut menyediakan tiket atau nomor antrian bagi pembelinya.


Dengan melihat ramainya antrian pembeli gorengan ini dapat disimpulkan bahwa prospek usaha gorengan di Pontianak sangat luar biasa didukung dengan cuaca yang sangat panas dan sebaliknya hujan yang tak berkesudahan jika sudah musimnya yang tidak sedikit-pun menyurutkan mereka untuk mundur selangkahpun mendatangi pedagang gorengan ini setiap hari. Kuncinya adalah kemauan dan kelihaian melihat peluang, lokasi yang strategis sangat mendukung untuk mendapatkan luberan pengunjung dari pembeli yang tidak sabar menunggu lebih lama.

Kini saatnya membuka usaha gorengan dengan modal kecil dan penuh inovasi agar tidak kalah bersaing :))



Wednesday, 30 June 2010

Form Pendaftaran MasterForex

Wednesday, 3 February 2010

Mengintip Peluang Usaha Blueray Shop

Memiliki Usaha Sendiri adalah impian setiap orang, namun tidak semua mimpi setiap orang itu bisa terpenuhi, biasanya peluang usaha ini selalu terbentur dan bermuara pada kata "kekurangan modal" apalagi jika ingin menjajaki PELUANG USAHA seperti percetakan, sablon atau yang sedang trend saat ini SABLON DIGITAL. Duh, tentunya tidak sedikit modal yang kita butuhkan, investasi peralatan, sewa tempat, karyawan, belum lagi persaingan usaha yang akan menjadikan kita kembali ciut untuk memikirkan hal itu.

KINI, kita boleh berbangga hati dengan kehadiran BLUERAY SHOP, mimpi memiliki usaha SABLON DIGITAL sendiri sudah didepan mata, dengan potensi keuntungan 100% hingga 900% dengan modal pas pas-an siapapun bisa melakukan ini, sekarang anda bisa buka usaha untuk terima order cetak produk2 souvenir sendiri di rumah dengan hanya bermodalkan 1 hingga 5 juta saja. Bayangkan Paket Mesin 1-1an dengan variasi harga dari 1-4 jutaan anda sudah bisa mencetak T-Shirt, Mug, Piring, Topi, ID Card, Paket Mesin Pin. Untuk menjamin kualitas cetakannya Blueray Shop menggunakan Tinta i-Flow adalah tinta yang di impor dari Korea Selatan. Tinta Korea adalah tinta yang paling terkenal kualitasnya di bandingkan dengan tinta-tinta dari negara-negara lain, di Asia.

Jiika anda menginginkan Margin keuntungan dari paket BluerayShop yang lebih besar adalah membeli paket untuk cetakan: Foto (dikertas foto ukuran 4R, 10R, dst), kartu ID, Pin ukuran 32, 44, dan 58mm, dan sebagainya tidak. Untuk peralatan satu ini tidak perlu dalam dalam merogoh kocek anda karena kisaran harganya hanya 5 jutaan saja. Pihak Blueray Shop akan memberikan anda pelatihan secara gratis.

Gambaran proses kerjanya seperti ini :


Nah, kapan lagi Anda bisa memiliki usaha sendiri jika tidak segera bergabung dengan produk produk unggulan Blueray Shop saat ini, untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi :

Pusat (Showroom & Service Center Utama):
Ruko Mangga Dua Square Blok E30 (pas disamping Mall)
Jl. Gunung Sahari Raya, Jakarta Utara, 14430
Indonesia
(Akan dibuka awal tahun 2010)

Cabang:
Jembatan Harcomas Mangga Dua Lantai 3 No 25-28
Jakarta Pusat, 10730
Indonesia

E-mail : info@bluerayshop.biz

Also follow us on:
Facebook: Bluerayshop
Twitter: Bluerayshop
Keep yourself updated with our latest news!

Telephone: (021) 6230 4366
(021) 6230 4261
(021) 3300 2588 (Support)
(021) 3300 2688 (Support)

Mobile: 0819 0873 8778 (untuk sms konfirmasi pemesanan, pembayaran)

Fax: (021) 6230 4092

Jam kerja semua cabang Bluerayshop adalah:
Senin-Sabtu : 09:30 - 18:00
Minggu: 09:30 - 17:00
Hari libur nasional kami tutup (apabila ada pengecualian, kami akan beritahu sebelumnya di Newsletter, Facebook & Twitter)


Tuesday, 2 February 2010

Trend Butik Online dan Kepercayaan Konsumen


Dunia Belanja semakin beragam, cara cara konvensional dengan menelusuri gang sempit pertokoan maupun deretan toko sepanjang jalan di teriknya matahari sudah mulai di tinggalkan. Kini semakin maraknya dunia online, para enterpreneur ramai ramai melirik peluang bisnis di dunia maya dengan menawarkan berbagai macam produk pilihan para netter dengan segala kemudahannya.

Sang pemilik usaha online inipun diuntungkan dengan jangkauan market yang begitu luas bahkan mendunia, suatu usaha yang patut di ajungkan jempol hanya dengan bermodalkan kemampuan mengolah sebuah website jadilah toko online tanpa mewajibkan adanya pegawai, sewa tempat, berbagai pajak ijin usaha dan lain sebagainya. Proses pengiriman barangpun dilakukan oleh pihak ketiga yang juga tidak kalah profesionalnya dalam melayani pemilik usaha online ini seperti tiki online ataupun tikijne.

Kepercayaan Konsumen

Jarak pemisah antara penjual dan pembeli yang hanya di hubungkan dengan koneksi internet, tentunya kepercayaan pembeli adalah kunci suksesnya bisnis online ini, dimana pembeli wajib menyetorkan sejumlah uang sesuai dengan pesanannya plus ongkos kirim, beberapa hari kemudian barulah pembeli menerima pesanannya. Saya ambilkan salah satu contoh Female Store Toko Butik Onlien Terlengkap dan Murah ini salah satunya yang sudah berhasil menggaet pelanggannya dari berbagai daerah dengan bermodalkan kepercayaan dan jaringan membernya. Tidak ada salahnya anda menjajal toko yang terkenal murah dan mutu barangnyapun di jamin bagus ini.

Hemat waktu anda dengan berbelanja melalui ujung jari anda dan tunggu barangnya sampai di rumah. So tunggu apa lagi ?