Monday, 4 October 2010
Tupai Masturbasi untuk Cegah Penyakit Kelamin
Namibia, Ternyata tak hanya manusia, tupai jantan pun melakukan masturbasi. Dan studi terbaru menunjukkan bahwa tupai melakukan masturbasi untuk mencegah penularan penyakit
menular seksual (PMS).
Dilansir dari Livescience, Sabtu (2/10/2010), teori ini berasal dari Jane Waterman, seorang peneliti yang telah menghabiskan waktu 2.000 jam untuk mengamati tupai melalui teropong di Cape ground squirrels, Namibia.
Awalnya, Waterman mengira bahwa banyak tupai jantan melakukan masturbasi karena tidak bisa menemukan tupai betina atau karena ingin membuang sperma lama dan meningkatkan kualitas sperma sebelum proses perkawinan.
Tapi ternyata perkiraan tersebut salah. Dari hasil pengamatan Waterman, masturbasi yang dilakukan tupai jantan bukanlah karena alasan-alasan tersebut.
Tupai melakukan masturbasi untuk melindungi diri dari penyakit menular seksual (PMS). Masturbasi memungkinkan tupai untuk membersihkan alat kelaminnya dan mengeluarkan sisa-sisa sperma dan kotoran yang ada.
Hal ini sebenarnya juga terjadi pada manusia. Masturbasi pada manusia juga merupakan aktivitas seksual yang paling aman dan tidak bisa menularkan penyakit kelamin atau penyakit menular seksual.
Masturbasi juga diketahui sangat efektif mencegah kanker prostat terutama jika dilakukan oleh pria mulai dari umur 20-an tahun. Pada pria di atas usia 50 tahun, para peneliti berteori, sering masturbasi membantu mengeringkan cairan prostat yang mungkin mengandung zat-zat penyebab kanker.
Tapi meski masturbasi tidak menimbulkan dampak negatif, tapi para ahli memperingatkan bahwa beberapa bentuk masturbasi bisa berbahaya.
Gerakan yang menggosok sangat cepat atau dengan tekanan berat dan gesekan, dapat memperbesar risiko ejakulasi terbelakang (retarded ejaculation), yaitu jenis disfungsi seksual yang tidak dapat merasakan klimaks atau orgasme, bahkan melalui hubungan seks dengan pasangan sekalipun.
(mer/ir)detikHealth
Menderita Asma : Sembuhkan Dengan Roller Coaster
New York, Hadiah Nobel sudah jamak diketahui awam sebagai penghargaan untuk beragam penelitian yang berguna untuk diterapkan. Tapi selain Nobel ada juga lho anugerah tahunan yang penelitian-penelitiannya mencengangkan.
Dua penelitian di bidang kesehatan tentang roller coaster dan jenggot misalnya mendapat anugerah penelitian yang menarik. Terlepas dari berbagai keterbatasan dalam penelitian tersebut, kesimpulan yang ditarik cukup mengejutkan.
Penelitian yang menyimpulkan roller coaster baik untuk asma dinobatkan sebagai penelitian yang paling mustahil meraih Ig Nobel Prize. Tentu saja mengejutkan karena lazimnya, naik roller coaster bisa bikin orang menahan napas saking tegangnya.
Penelitian tersebut dilakukan dengan melibatkan 25 pelajar yang menderita asma. Tingkat keparahan gejala sesak napas sebelum naik roller coaster diamati, lalu dibandingkan dengan sesudah jungkir balik dengan roller coaster. Sensasi jungkir balik itu memberikan emosi positif yang meredakan gejala sesak napas pada seluruh partisipan.
Hati hati memelihara Jenggot
Penelitian lain yang dinilai mustahil mendapat anugerah tahunan Ig Nobel Prize adalah tentang jenggot. Peneliti asal Amerika Serikat mengungkap bahwa jengot seorang pria bisa memberikan dampak negatif bagi kesehatan anggota keluarganya.
Bakteri yang terdapat di dalam jenggot bisa bersembunyi pada folikel atau kantong rambut, sehingga tidak hilang meski dicuci dengan shampoo. Tidak hanya 1, ilmuwan itu menemukan 3 jenis bakteri berbahaya yang bisa hidup di jenggot.
Dikutip dari Telegraph, Minggu (3/10/2010), kesimpulan-kesimpulan unik itu justru mendapat anugerah dari Annals of Improbable Research. Karena belum diterapkan, anugerah itu berupa gelar sebagai penelitian paling tidak mungkin sehingga mendapat Ig Nobel Prize.
Gelar itu diberikan secara simbolik dalam seremoni yang digelar di sebuah kampus bergengsi, Harvard University. Selengkapnya, 10 penelitian yang dinilai paling tidak mungkin mendapat Ig Nobel Prize adalah sebagai berikut.
1. Naik roller coaster mampu meredakan gejala asma (kategori: medis)
2. Jenggot manusia menularkan 3 jenis bakteri (kategori: kesehatan masyarakat)
3. Promosi secara acak baik untuk perkembangan bisnis (kategori: manajemen)
4. Mengumpat dapat meningkatkan ambang rasa nyeri (kategori: perdamaian)
5. Helikopter dengan kendali jarak jauh untuk mengambil ingus ikan paus (kategori: teknik)
6. Analisis hubungan perusahaan minyak British Petroleum dengan kalangan ilmuwan untuk membuktikan bahwa air dan minyak tidak tercampurkan (kategori: kimia)
7. Peran bank dalam credit crunch atau melambatnya penyaluran kredit (kategori: ekonomi)
8. Foreplay yang dilakukan kelelawar pemakan buah sebelum kawin (kategori: biologi)
9. Bentuk senyuman untuk mendesain jaringan transportasi publik (kategori: transportasi)
10. Mengenakan kaus kaki di luar sepatu meningkatkan daya cengkeram pada permukaan es (kategori: fisika)
(up/ir) detikHealth/Media Pontianak














